Kamis, 09 Des 2021 13:15 WIB

Siskaeee Raup Rp 2 M dari Aksi Pamer Aurat, Ekshibisionisme atau Prostitusi?

Razdkanya Ramadhanty - detikHealth
Polda DIY gelar barang bukti dan tersangka kasus pornografi aksi pamer payudara dan kemaluan di kawasan Bandara YIA. Pemeran video viral, Siskaeee turut dihadirkan. Aksi Siskaeee termasuk prostitusi atau ekshibisionisme? (Foto: Jauh Hari Wawan S)
Jakarta -

Siskaeee pemeran video viral aksi pamer payudara dan alat kelamin di kawasan Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) resmi ditetapkan sebagai tersangka. Ia bahkan diketahui menjual video-video tersebut ke situs dewasa dan meraup keuntungan hingga puluhan juta.

"Rata-rata penghasilan tersangka yang didapatkan setiap bulannya dari konten tersebut yang diunggah oleh tersangka sebesar rata-rata Rp 15 juta s/d 20 juta," kata Kabid Humas Polda DIY Kombes Yuliyanto saat rilis di kantornya, Sleman, Selasa (7/12/2021).

"Keuntungan tersebut yang didapat dari akun OnlyFans untuk tiap subscriber/member adalah sebesar 5 dolar dan penghasilan tersebut bisa di-withdraw (ditarik) ketika mendapatkan akumulasi sebesar 500 dolar," sambung dia.

Terkait hebohnya video Siskaeee, dosen Fakultas Psikologi Universitas Indonesia Dian Wisnuwardhani, MPsi, memberikan penjelasan mengenai aksi yang dilakukan Siskaeee.

Dian menjelaskan, ekshibisionisme merupakan perilaku menyimpang di mana pelaku menunjukkan alat kelaminnya pada orang asing untuk memancing orang di sekitar melihatnya. Kondisi ini disebut menyimpang lantaran menyalahi aturan moral dan sosial.

"Kalau ingin melakukan hubungan seksual atau memancing hubungan seksual, harus dilakukan bersama-sama dan di tempat tertutup. Pasti ada consent, ada kesepakatan, sama-sama nyaman, dan menghormati privacy. Sedangkan ini dilakukan di tempat umum, sehingga disebut ekshibisionisme," terang Dian.

Dian mengatakan, jika berbicara tentang aksi Siskaeee yang disamakan dengan prostitusi, harus melihat perbedaannya terlebih dahulu. Prostitusi sendiri merupakan aksi yang dilakukan seseorang saat dirinya melakukan praktik hubungan seksual di luar pernikahan dengan tujuan komersial.

"Sementara yang dilakukan Siskaeee ini, dia tidak secara gamblang mengatakan dirinya pekerja seksual komersial," ucap Dian.

Dian mengatakan, dirinya melihat kondisi yang dialami Siskaeee lebih ke arah gangguan ekshibisionisme karena dirinya tidak malu saat memperlihatkan bagian privatnya.

Berbeda dengan Dian, psikolog forensik Reza Indragiri Amriel menjelaskan aksi Siskaeee tak termasuk ekshibisionisme. Ia menilai kemungkinan aksi pamer payudara dan alat vital di bandara Yogya yang dilakukan Siskaeee memang sebatas tujuan komersial.

"Jangan-jangan dia buka-bukaan alat vital di tempat umum dalam rangka mempromosikan layanan seksual virtual. Teaser (penggugah selera) untuk jasa pelacuran online, mungkin juga," beber dia kepada detikcom Rabu (8/12/2021).

"Jadi, bisa saja dia telanjang sedemikian rupa bukan untuk mengalami kenikmatan seksual sebagaimana pengidap eksibisionisme, melainkan dilatari motif instrumental untuk tujuan komersial. Polisi cek dan pastikan," sambungnya.

Sementara, terkait dengan keterangan Siskaeee memiliki trauma masa lalu, Reza menilai tentu diperlukan pendampingan jika ternyata hal tersebut benar adanya. Namun, ia mengingatkan pihak kepolisian jangan sampai dikelabui modus malingering.

"Malingering (pura-pura sakit) yang kerap dilakukan pelaku kriminal," pungkas Reza.



Simak Video "Di Balik Aksi Ekshibisionisme yang Dilakukan Siskaeee"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)