Kamis, 09 Des 2021 15:28 WIB

Dokter Temukan Gejala Tak Biasa Varian Omicron pada Anak

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
China gencarkan vaksinasi COVID-19 untuk anak usia 3 hingga 11 tahun. Lebih dari 600 ribu anak di Wuhan dilaporkan telah disuntik dosis pertama vaksin COVID-19. Foto: Getty Images/Getty Images
Jakarta -

Para ahli masih mengkhawatirkan penyebaran varian Omicron, terlebih varian ini disebut lebih menular daripada varian aslinya. Varian Omicron juga ditemukan menyebabkan gejala yang khas pada anak.

Para orang tua telah diperingatkan akan gejala varian Omicron tidak biasa pada anak yang harus diwaspadai. Seorang dokter asal London, Inggris, mengatakan anak yang terinfeksi varian Omicron cenderung mengalami ruam-ruam.

Inggris adalah salah satu negara yang terdampak keras varian Omicron. Sudah ditemukan ratusan varian Omicron di negara tersebut.

Kepada Sky News, dokter dari London Utara, Dr David Llyod mengatakan telah melihat sekitar 15 persen anak-anak yang terkena varian Omicron mengalami ruam-ruam dan bintik di badannya.

Gejala varian Omicron pada anak yang dilaporkan antara lain:

  • Ruam
  • Sakit kepala
  • Kehilangan napsu makan

"Mari berharap itu tidak mematikan seperti Delta dan semoga kita bisa mengatasinya. Tapi ini waktu yang mengkhawatirkan," katanya kepada Sky News.

Selain itu, jika biasanya virus Corona menyebabkan gejala seperti batuk, demam, atau sakit tenggorokan, mereka yang terinfeksi varian Omicron lebih mengeluhkan tenggorokan gatal dan tidak ada anosmia.



Simak Video "Bertambah Lagi! Kini Varian Omicron Sudah Masuk Hawaii"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/naf)