ADVERTISEMENT

Kamis, 09 Des 2021 16:02 WIB

Pakar IDI Heran Ketahanan COVID-19 RI Peringkat Kedua Terbawah Sedunia

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Kasus COVID-19 di beberapa wilayah di Indonesia, khususnya DKI, mengalami penurunan. Namun bukan berarti virus Corona sudah hilang karena kita masih berperang melawan COVID-19. Foto: dok detikcom
Jakarta -

Ketua Satgas COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban buka suara terkait hasil analisis yang dilakukan media Bloomberg belum lama ini. Dalam survei tersebut, ternyata Indonesia berada di peringkat dua terendah dari 53 negara di dunia.

Posisi Indonesia sendiri lebih rendah dibandingkan peringkat negara-negara tetangga, yaitu Malaysia dan Singapura. Hal ini pun langsung ditanggapi oleh Prof Zubairi melalui akun Twitter miliknya.

"Mengapa Bloomberg bersikeras membingkai Indonesia selalu terbelakang. Februari 2021 mereka bilang Indonesia butuh 10 tahun atasi pandemi," cuitnya dalam akun Twitter pribadi, Kamis (9/12/2021).

"Agustus lalu, ketahanan COVID-19 kita dianggap terburuk. Saat ini, kita ditempatkan kedua terbawah. Lebih buruk dari Malaysia. Sentimen?" lanjutnya.


Seperti yang diketahui, belum lama Bloomberg memperbarui penilaian terkait ketahanan negara yang terbaik dan terburuk dalam merespons pandemi COVID-19. Riset dilakukan terhadap 53 negara di dunia, termasuk Indonesia.

Analisis ini dilakukan untuk mengetahui dan mengukur seberapa efektif sebuah negara dalam penanganan pandemi Corona yang sampai saat ini masih melanda seluruh dunia.

Ini juga disusun berdasarkan 12 ketegori penilaian, mulai dari penahanan virus, kualitas perawatan kesehatan, cakupan vaksinasi, kematian secara keseluruhan, hingga perkembangan untuk memulai kembali perjalanan. Namun, sayangnya posisi Indonesia memang berada di peringkat 52, di bawah Malaysia dan Singapura.

Dari data analisis tersebut, posisi pertama ditempat oleh Uni Emirat Arab. Sedangkan posisi ke-53 ditempati oleh Filipina.



Simak Video "Studi AS Ungkap Covid-19 Memperparah Kerusakan Otak Jangka Panjang"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT