Kamis, 09 Des 2021 23:00 WIB

Mantap! China Buat 2 Obat Baru Lagi untuk Lawan COVID-19

Ayunda Septiani - detikHealth
Close-up red and black Medicine Capsules in Blister Packs Ilustrasi obat COVID-19. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Supersmario)
Jakarta -

Kabar baik datang dari China, saat ini China kembali menambah daftar obat-obatan untuk COVID-19 yang sedang dikembangkan. Kali ini, ada dua obat COVID-19 terbaru dilaporkan tengah dibuat oleh Institut Materia Medica Shanghai.

Dikutip dari laman News CN, obat-obatan yang dinamakan VV116 dan FB2001 saat ini dilaporkan sedang mengalami uji pemakaian di luar negeri.

Salah satu kandidat, berkode VV116, adalah obat nukleotida anti-COVID-19 oral yang telah memberikan hasil yang menjanjikan pada model hewan.

Ini telah menunjukkan aktivitas penghambatan yang signifikan terhadap strain asli dan varian COVID-19, seperti varian Delta, tes in vitro.

"VV116 pertama kali disetujui untuk uji klinis di Uzbekistan," kata Shen Jingshan, seorang peneliti di institut tersebut.

Sementara itu, untuk kandidat obat lainnya, FB2001 adalah senyawa baru yang dirancang dan disintesis berdasarkan protease utama virus Corona. Protease merupakan enzim kunci yang memainkan peran penting dalam replikasi virus. Obat itu sendiri sebelumnya sudah diuji di Amerika Serikat (AS) pada Maret lalu.

"Penelitian praklinis juga menunjukkan bahwa senyawa tersebut menunjukkan aktivitas penghambatan yang kuat terhadap virus dalam kultur sel," kata pemimpin peneliti Liu Hong.

Sebelumnya China sendiri telah melakukan pengembangan dan pembuatan obat COVID-19. Pada bulan lalu, sebuah obat yang dinamakan DXP-604 dilaporkan telah berhasil memperkuat kekebalan tubuh dari COVID-19 varian apapun. Obat ini merupakan pencampuran dari beberapa obat COVID terdahulu yang telah diteliti.

Tak hanya itu, perusahaan farmasi Sinopharm juga baru-baru ini berhasil menemukan ramuan untuk mengobati COVID-19. Obat tersebut dibuat berdasarkan imunoglobulin manusia dan antibodi monoklonal relatif. Bahan-bahan tersebut didapatkan dari plasma pasien yang sudah sembuh.



Simak Video "Faktor yang Memengaruhi Keparahan Pasien Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(ayd/naf)