ADVERTISEMENT

Jumat, 10 Des 2021 06:30 WIB

Round Up

Belum Ada Omicron di Indonesia, Beneran Belum Masuk atau Tak Terdeteksi?

Razdkanya Ramadhanty - detikHealth
Tenaga kesehatan melakukan tes swab antigen kepada warga di Gg Bahagia, Kel Gerendeng, Kec Karawaci, Tangerang. Upaya ini sebagai tracing atau pelacakan untuk menekan penyebaran COVID-19. Virus Corona COVID-19 (Foto: Andhika Prasetia)
Topik Hangat Omicron Masuk RI?
Jakarta -

Persebaran varian Omicron yang kian meluas ke banyak negara, Indonesia turut waspada. Kementerian Kesehatan RI menegaskan belum ada temuan kasus sejauh ini, namun kewaspadaan tetap ditingkatkan.

Hal senada juga disampaikan juru bicara satgas penanganan COVID-19, Prof Wiku Adisasmito. Menurutnya, optimalisasi testing dengan sensitivitas tinggi terus ditingkatkan, dan saat ini kapasitas testing mampu mendeteksi karakteristik genetik kepada 500-600 sampel per hari.

"Saat ini pemerintah terus memonitor distribusi varian COVID-19 melalui sequencing spesimen pelaku perjalanan di setiap pintu masuk yang tersebar di Indonesia, dan sampai sekarang belum ditemukan kasus bervarian Omicron," beber Wiku dalam konferensi pers Kamis (9/12/2021).

Meski demikian, sebagian kalangan meyakini varian Omicron mungkin saja diam-diam sudah masuk Indonesia tanpa terdeteksi. Ditembah berbagai pelonggaran, sequens genomic di Indonesia dinilai masih rendah.

Sangat Mungkin Varian Omicron Ada di Indonesia

Dalam wawancara dengan detikcom, ahli Epidemiologi Universitas Griffith Australia Dicky Budiman menjelaskan sangat mungkin varian Omicron sudah masuk ke Indonesia dan negara Asia lainnya. Menurutnya, hasil surveilans genomic yang rendah memperkuat dugaan varian tersebut sudah masuk.

"Kemungkinan bahwa varian ini sudah ada atau terdeteksi setidaknya 1, 2, 3 (kasus) itu ya tentu ada, karena pertama kalau bicara ketika varian ditemukan iya bukan berarti pada hari itu dia benar-benar baru muncul, kan nggak seperti itu," beber Dicky saat dihubungi detikcom, Selasa (30/11/2021).

Hal serupa juga dituturkan juru bicara RS Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, dr Tonang Dwi Ardyanto, SpPK yang menilai, belum adanya laporan virus Omicron bukan berarti Indonesia terbebas dari varian tersebut. Dia meminta masyarakat tetap waspada.

"Yang belum melaporkan, bukan berarti bebas dari kasus Omicron. Bisa saja karena belum berhasil mendeteksi. Seperti Arab Saudi, Amerika Serikat, Australia itu berhasil mendeteksi," kata Tonang saat dihubungi detikcom, Kamis (2/12/2021).

Ada Warga Sukabumi Pulang dari Arab Saudi

Seperti yang dituturkan dr Tonang, Arab Saudi termasuk salah satu negara yang berhasil mendeteksi virus Corona varian Omicron.

Pada Minggu (28/11/2021) lalu, Satuan Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Sukabumi mencatat kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di wilayahnya. Terdapat satu warganya yang diketahui baru pulang dari Arab Saudi dan terpapar virus Corona.

Pasien yang baru pulang dari luar negeri tersebut diketahui seorang perempuan berusia 32 tahun warga Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Simak Video 'Epidemiolog Sebut Omicron Berpotensi Besar Masuk ke Indonesia':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2
Topik Hangat Omicron Masuk RI?

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT