Jumat, 10 Des 2021 16:49 WIB

WHO Ungkap Rahasia Lawan COVID-19 Varian Omicron, Catat!

Nada Zeitalini - detikHealth
OMICRON was named as a concerning variant of COVID-19 in November 2021. Foto: Getty Images/iStockphoto/Thomas Faull
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) membagikan rahasia melawan COVID-19 varian omicron. Perlawanan terhadap varian baru asal Afrika Selatan ini bisa dilakukan melalui vaksinasi COVID-19, untuk itu WHO meminta setiap negara secepatnya melakukan vaksinasi kepada seluruh masyarakatnya.

Mengenai hal ini, Direktur Pasifik Barat WHO, Takeshi Kasai menyampaikan bahwa vaksinasi lebih penting dari menutup perbatasan negara. Dia juga mengimbau masyarakat bisa mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan. Yakni, menjaga jarak, mencuci tangan, dan menggunakan masker.

"Orang tidak boleh hanya mengandalkan tindakan [penutupan] perbatasan. Yang paling penting adalah mempersiapkan diri dari varian ini dengan potensi penularan yang tinggi. Sejauh ini informasi yang ada menunjukkan kita tidak perlu mengubah pendekatan kita," kata Kasai dikutip dari dikutip dari CNBC Indonesia, Jumat (10/12/2021).

Beberapa negara memang telah melakukan mitigasi salah satunya melalui penutupan pintu kedatangan negara terutama dari Afrika Selatan dan Botswana. Sebab kedua negara tersebut yang pertama kali terkonfirmasi varian omicron dan terjadi penyebaran.

Mengingat bahaya varian omicron, WHO juga sudah memutuskan memasukkan Omicron dalam Variant of Concern atau VoC (varian yang mengkhawatirkan). Varian ini dilaporkan memiliki lebih banyak strain atau mutasi daripada varian yang sudah ada yakni Alpha, Beta dan Delta. Ada 32 mutasi protein lonjakan dari varian tersebut.

Adapun, Dokter Afrika Selatan mengungkapkan gejala yang dialami pasien terinfeksi varian omicron cukup berbeda dengan varian lainnya. Ditemui pada beberapa pasien, varian ini tidak menyebabkan gejala batuk, anosmia, hingga sesak nafas. Melainkan gejala ringan seperti flu biasa yaitu sakit kepala, nyeri tubuh, dan sakit tenggorokan.

Studi menunjukkan Omicron lebih mudah membuat seseorang kembali terpapar atau reinfeksi meski sudah memiliki antibodi, tetapi gejalanya cenderung ringan pada yang sudah divaksinasi. Itulah sebabnya WHO merujuk vaksinasi COVID-19 menjadi rahasia melawan varian omicron.



Simak Video "WHO Sebut Belum Ada Kematian dari Varian Omicron"
[Gambas:Video 20detik]
(fhs/up)