Jumat, 10 Des 2021 18:32 WIB

Pasien Varian Omicron di Singapura Sudah Divaksin Booster, Apa Gejalanya?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Singapura kembali memperketat pembatasan imbas lonjakan jumlah kasus COVID-19 beberapa hari terakhir. Padahal hampir 3 minggu Singapura membuka roadmap hidup berdampingan dengan COVID-19. Foto: Getty Images/Ore Huiying
Jakarta -

Singapura mendeteksi kasus lokal varian Omicron pertama. Pasien adalah seorang staf di bandara Changi yang diduga telah berinteraksi dengan penumpang transit dari negara-negara yang terkena dampak Omicron.

Kasus tersebut dideteksi bersamaan dengan laporan imported case yakni sumber penularan dari pelancong dari Jerman. Dua kasus imported case varian Corona itu bahkan sudah mendapatkan vaksin booster.

"Kedua orang tersebut bahkan telah menerima vaksin COVID-19 booster," kata Kemenkes Singapura dikutip dari CNA, Jumat (10/11/2021).

Sementara untuk kasus penularan lokal oleh staf bandara, otoritas kesehatan mengatakan pasien sudah divaksinasi penuh. Kabar baiknya pasien tak memiliki gejala sama sekali.

Semua yang kontak erat akan dikarantina selama 10 hari dan semua staf bandara akan tes PCR setiap tujuh hari.

"Kedua kasus sedang dalam pemulihan di bangsal isolasi Pusat Penyakit Menular Singapura (NCID) dan sedang dilakukan pelacakan kontak erat secara agresif untuk mengamankan kasus-kasus tersebut," ujar Kementerian Kesehatan Singapura, dikutip dari CNA.

Gejala varian Omicron

Berdasarkan pengamatan kasus di Afrika Selatan, berikut ciri-ciri gejala COVID-19 Omicron yang dilaporkan:

- Gejala seperti flu (flu like syndrome)

- Batuk kering

- Demam

- Berkeringat di malam hari

- Nyeri pada banyak bagian tubuh

- Kelelahan

- Tenggorokan gatal

- Tidak batuk

- Tidak kehilangan indra perasa dan penciuman



Simak Video "Apakah Suntikan Booster Efektif Lawan Varian Baru Covid-19?"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/naf)