ADVERTISEMENT

Jumat, 10 Des 2021 21:50 WIB

Gejala Omicron Lebih Ringan dari Delta, WHO Imbau agar Tak Lengah

Erika Dyah - detikHealth
Omicron Corona Virus Variant Foto: Getty Images/iStockphoto/MCCAIG
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan varian baru COVID-19, Omicron, menyebabkan gejala yang lebih ringan dibandingkan varian Delta yang lebih dulu muncul. Namun, data awal menunjukkan bahwa varian ini lebih mudah menginfeksi ulang orang yang sudah pernah terinfeksi COVID-19.

Dikutip dari CNN, varian Omicron menimbulkan sejumlah gejala seperti demam, keringat malam, batuk kering, dan kelelahan. Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan perlu lebih banyak bukti sebelum bisa menarik kesimpulan yang lebih tegas. Untuk itu, ia pun meminta seluruh negara di dunia untuk meningkatkan pengawasan terhadap varian Omicron.

"Data yang muncul dari Afrika Selatan menunjukkan peningkatan risiko infeksi ulang dengan Omicron. Ada juga beberapa bukti bahwa Omicron menyebabkan penyakit yang lebih ringan daripada Delta," kata Tedros dikutip dari CNN, Jumat (10/12/2021).

Tedros menambahkan, meski gejala yang ditunjukkan lebih ringan ia tetap meminta setiap negara agar tak lengah karena menurutnya hal ini dapat berakibat fatal.

"Kelengahan apa pun sekarang akan menelan korban jiwa," tegasnya.

Sementara itu, Direktur Kedaruratan WHO, Michael Ryan menjelaskan data yang ada menunjukkan varian Omicron lebih mudah menginfeksi dibandingkan varian Delta. Akan tetapi ia mengatakan bukan berarti virus ini tidak bisa dihentikan.

"Itu berarti virus lebih efisien dalam menularkan antar manusia. Dan, oleh karena itu, kita harus menggandakan upaya kita untuk memutus rantai penularan untuk melindungi diri kita sendiri dan melindungi orang lain," tutur Ryan.

Ryan menerangkan sejumlah upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah varian Omicron dan COVID-19 varian lainnya, yakni memperketat protokol kesehatan. Ia pun mengimbau masyarakat untuk selalu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.



Simak Video "Pelaku Perjalanan Antarkabupaten/Kota Wajib Vaksinasi Lengkap Saat Nataru"
[Gambas:Video 20detik]
(fhs/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT