ADVERTISEMENT

Minggu, 12 Des 2021 07:03 WIB

Ilmuwan Ungkap 'Sinyal Baik' Meski Omicron Tingkatkan Rawat Inap di Afsel

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Varian Omicron Virus Corona varian Omicron. (Foto: Getty Images/iStockphoto/golibtolibov)
Jakarta -

Ilmuwan Afrika Selatan mengungkap sinyal baik varian Omicron. Sejauh ini, Corona B.1.1.529 yang diidentifikasi pertengahan November tidak memicu gejala parah pada pasien.

"Ilmuwan Afrika Selatan tidak melihat tanda bahwa varian virus Corona Omicron menyebabkan penyakit yang lebih parah," kata mereka pada hari Jumat, ketika para pejabat mengumumkan rencana untuk segera menggencarkan vaksinasi booster lantaran kasus COVID-19 mendekati level tertinggi sejak pandemi merebak.

Data rumah sakit pasien terpapar COVID-19 di Afrika Selatan memang meningkat tajam, lebih dari empat provinsi mencatat kenaikan signifikan. Kabar baiknya, kasus kematian COVID-19 tidak ikut meningkat dramatis.

Meski begitu, para ilmuwan meyakini perlu lebih banyak waktu untuk memberikan kesimpulan pasti seberapa bahaya varian Omicron.

"Data awal memang menunjukkan bahwa sementara ada peningkatan tingkat rawat inap, sepertinya itu murni karena angkanya dan bukan sebagai akibat dari keparahan varian itu sendiri, Omicron ini," katanya.

Dalam beberapa hari terakhir, wabah Afrika Selatan yang terkait dengan Omicron telah menginfeksi sekitar 20 ribu orang per hari, dengan 19.018 kasus COVID-19 baru pada hari Kamis, menurut data dari Institut Penyakit Menular Nasional, 'hanya' ada 20 kasus baru kematian.

Wakil direktur jenderal departemen kesehatan Nicholas Crisp mengatakan pada hari Jumat booster vaksin Pfizer-BioNTech (PFE.N), (22UAy.DE) akan tersedia untuk orang yang sudah disuntik dosis kedua enam bulan lalu.

Organisasi Kesehatan Dunia pekan ini merekomendasikan vaksin booster harus diberikan kepada orang-orang yang memiliki gangguan imunitas atau telah menerima vaksin COVID-19 inactivated, seperti Sinovac dan Sinopharm untuk melindungi dari penurunan kekebalan.

Namun, telah dikatakan sebelumnya bahwa pemberian dosis primer harus menjadi prioritas mengingat tingkat vaksinasi tetap sangat rendah di banyak negara berkembang.

Sebuah studi kecil dari lembaga penelitian Afrika Selatan minggu ini menunjukkan bahwa Omicron dapat menghindari perlindungan dari dua dosis vaksin Pfizer, tetapi perusahaan dan mitranya, BioNTech, mengatakan bahwa suntikan ketiga mereka dapat menetralkan Omicron di laboratorium.

Glenda Gray, presiden Dewan Riset Medis Afrika Selatan, mengatakan ada jauh lebih banyak orang yang tidak divaksinasi di antara pasien yang dirawat di rumah sakit Afrika Selatan dan buktinya adalah bahwa vaksin Pfizer masih menawarkan perlindungan.

"Kami melihat bahwa vaksin ini mempertahankan efektivitasnya. Mungkin sedikit berkurang, tetapi kami melihat efektivitas untuk perawatan di rumah sakit dan itu sangat menggembirakan," katanya.

Lihat juga Video: Laporan Afsel: Penyintas Covid Berisiko Tinggi Terinfeksi Omicron

[Gambas:Video 20detik]



(naf/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT