ADVERTISEMENT

Senin, 13 Des 2021 05:00 WIB

Pro-Kontra

Selandia Baru Larang Rokok Seumur Hidup, Diterapkan di RI Setuju Nggak?

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Stop smoking concept advertisement, cigarette, tobacco burning as cancer loading bar, vector illustration Selandia Baru melarang generasi muda membeli rokok seumur hidup (Foto: Getty Images/iStockphoto/ChakisAtelier)
Jakarta -

Demi melindungi generasi muda, Selandia Baru melarang warga kelahiran 2008 dan selanjutnya untuk beli rokok seumur hidup. Para pakar menyarankan aturan serupa diterapkan juga di Indonesia.

Ketua Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Dr Ede Surya Darmawan SKM MKM mengatakan, rokok memberikan banyak dampak kesehatan pada generasi muda. Salah satunya turut berkontribusi terhadap tingginya kasus stunting atau gagal tumbuh.

"Jelas rokok ini adalah sebuah praktik korupsi domestik, yang dibiasakan dan menjadi perampok. Mengapa? Karena ternyata rumah tangga di Indonesia itu secara umum setelah membeli makanan utama yaitu beras dan padi-padian, konsumsi kedua adalah rokok," papar Ede, Minggu (12/12/2021).

Berbicara dalam konferensi pers Komnas Pengendalian Tembakau, Ede menyebut tingginya konsumsi rokok di Indonesia membuat rumah tangga tidak bisa memberikan asupan nutrisi terbaik terutama bagi anak-anak.

Soal larangan merokok seumur hidup yang diterapkan di Selandia Baru, Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dr Agus Dwi Susanto, SpP(K) sepakat bahwa konsumsi rokok harus dibatasi sejak dini.

"Saya juga telah baca peraturan di Selandia Baru. Saya rasa itu bagus sekali. Kalau kami dari PDPI dari awal sudah menyampaikan bahwa pencegahan penyakit itu dimulai dari dini," tegas dr Agus.

Bagaimana detikers menanggapinya, setuju ada larangan merokok seumur hidup seperti di Selandia Baru? Tulis pendapat di komentar.



Simak Video "Kemenkes Ungkap Uang Belanja Rokok Lebih Tinggi Daripada Makanan Bergizi"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT