Senin, 13 Des 2021 17:30 WIB

Buka-bukaan Ahli soal COVID-19 di RI Turun Drastis, Inikah Penyebabnya?

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Kasus COVID-19 di beberapa wilayah di Indonesia, khususnya DKI, mengalami penurunan. Namun bukan berarti virus Corona sudah hilang karena kita masih berperang melawan COVID-19. Foto: dok detikcom
Jakarta -

Belakangan ini, kasus COVID-19 di Indonesia terus mengalami penurunan yang signifikan. Ini menjadi kabar baik di tengah kenaikan kasus yang terjadi di berbagai negara di dunia.

Berbagai kemungkinan pun bermunculan terkait alasan kasus Corona di Indonesia bisa terus menurun, salah satunya sudah banyaknya populasi yang sudah divaksinasi. Dimulai dari para tenaga medis hingga masyarakat umum.

Namun, dosen Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) Dwi Agustian mengungkapkan penyebab lain yang terkait dengan menurunnya kasus COVID-19 di Indonesia.

"Pertanyaannya, apakah penurunan kasus saat ini karena vaksinasi atau karena infeksi? Yang disebut infeksi ini adalah natural infeksi. Jadi, secara teori kita dapatkan threshold vaksinasi rate untuk memproteksi kita dari kejadian banyak besar 70 persen," kata Dwi dalam diskusi daring Satu Jam Berbincang Ilmu, yang dikutip Senin (13/12/2021).

Dwi menjelaskan untuk angka vaksinasi Corona belum mencapai 70 persen. Berdasarkan hipotesisnya yang belum teruji, ada kemungkinan penurunan kasus berasal dari infeksi varian Delta beberapa waktu lalu.

Saat itu, banyak masyarakat di Indonesia terinfeksi varian Delta. Hal inilah yang membuat pasien memiliki ketahanan imunitas di dalam tubuh mereka.

"Sehingga saya punya hipotesis yang belum teruji, bahwa kemungkinan dihasilkan dengan gelombang besar begitu banyak orang populasi masyarakat yang terinfeksi dan memiliki ketahanan imunitas varian Delta," jelasnya.

Menurutnya, kemungkinan itulah yang membuat masyarakat Indonesia tetap terproteksi meski mobilitas yang berjalan sudah mulai tinggi kembali dibandingkan sebelumnya.

"Ini hipotesis saya, bukan suatu fakta. Tetapi, saya punya hipotesis seperti itu. Walaupun tingkat mobilitas sudah demikian tinggi, itu yang membuat kita terproteksi," pungkasnya.



Simak Video "Muncul Penyakit Menular, Ahli Nilai Aspek Kesehatan Belum Ditingkatkan"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)