Selasa, 14 Des 2021 22:49 WIB

IDI Sebut Vaksin untuk Anak Usia 6-11 Tahun Aman dan Bermanfaat

Inkana Putri - detikHealth
China gencarkan vaksinasi COVID-19 untuk anak usia 3 hingga 11 tahun. Lebih dari 600 ribu anak di Wuhan dilaporkan telah disuntik dosis pertama vaksin COVID-19. Foto: Getty Images/Getty Images
Jakarta -

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan merencanakan vaksinasi COVID-19 untuk anak usia 6-11 tahun yang akan dimulai pada Selasa (14/12). Adapun pelaksanaan vaksinasi ini akan dilakukan secara bertahap mulai dari provinsi dan kabupaten/kota dengan kriteria cakupan vaksinasi dosis 1 di atas 70% dan cakupan vaksinasi lansia di atas 60%.

Rencana ini pun mendapat dukungan dari Tim Advokasi Vaksin COVID-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Meski demikian, Soedjatmiko atau Prof Miko dari Tim Advokasi Vaksin COVID-19 Pengurus Besar IDI mengingatkan bahwa prioritas vaksinasi tetap pada kelompok lansia dan usia produktif.

"Tetap memprioritaskan vaksinasi pada lansia dan usia produktif, karena cakupan masih belum optimum, padahal risiko kematian kelompok lansia dan usia produktif jauh lebih tinggi. Oleh karena itu, vaksinasi umur 6 tahun-11 tahun dimulai di kabupaten kota yang cakupan imunisasi satu kali usia produktif minimal 70% dan lansia minimal 60%," ujar Prof Miko dalam keterangan tertulis, Selasa (14/12/2021).

Terkait keamanan vaksin yang akan digunakan bagi anak usia 6-11 tahun, Prof Miko menyebutkan vaksin tersebut telah dipastikan aman dan bermanfaat. Ia mengatakan vaksin telah melalui berbagai uji klinis, mendapatkan EUA (Emergency Use Authorization) dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan), serta telah melalui kajian ITAGI (Indonesian Technical Advisory Group on Immunization).

"Vaksin ini aman dan dapat merangsang kekebalan terhadap COVID-19 berdasarkan hasil uji klinik pada kelompok umur tersebut di China yang telah dipublikasi di jurnal ilmiah dan telah dikaji dengan teliti oleh BPOM dan ITAGI," papar Prof Miko.

Ia juga menjelaskan efek samping atau KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) sangat jarang terjadi dan tidak berbahaya. Beberapa efek samping tersebut, di antaranya nyeri di bekas suntikan, bengkak, demam, pusing, lesu, yang akan hilang dalam 1-2 hari.

"Kalau demam, beri obat demam, banyak minum. Kalau nyeri, bisa diberikan obat nyeri atau di kompres, kemudian istirahat," ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan vaksinasi bagi kelompok usia 6-11 tahun menjadi hal penting karena memiliki beberapa manfaat seperti berikut.

• Kelompok usia tersebut harus belajar tatap muka, sehingga berisiko menularkan bagi diri sendiri, sesama murid, guru, orangtua dan lansia di rumah.

• Mempertimbangkan kemungkinan rendahnya kepatuhan anak dalam memakai masker tidak longgar dan melorot, tidak berkerumun, menjaga jarak, juga mencuci tangan.

• Vaksin ini aman dan dapat merangsang kekebalan terhadap COVID-19 pada kelompok umur tersebut, mendapat EUA dari BPOM, melalui kajian ITAGI, dan telah disediakan oleh Kementerian Kesehatan.

• Kelompok usia ini sudah terbiasa mendapat imunisasi sejak bayi, balita dan BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah) di sekolah kelas 1 sampai dengan kelas 5.

• Puskesmas sudah sejak lama berpengalaman melaksanakan program BIAS.

• Konvensi Hak Anak dan UU perlindungan anak menyatakan bahawa anak mempunyai hak yang sama untuk dilindungi dari sakit, cedera, dan berbagai kekerasan.

Soal jenis vaksin yang dapat digunakan, Prof Miko menyebutkan, hingga saat ini vaksin Coronavax buatan Sinovac telah mendapat EUA untuk umur 6-11 tahun. Namun, ia mengatakan tidak tertutup kemungkinan bila ada vaksin lain yang sudah mendapat EUA dari BPOM dapat digunakan setelah mendapat persetujuan ITAGI.

"Untuk lebih pasti, mari kita tunggu Permenkes yang mengatur tentang hal-hal terkait vaksin untuk anak 6 tahun-11 tahun ini," tuturnya.

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan pelaksanaan vaksinasi untuk kelompok usia ini telah sesuai dengan Instruksi Presiden. Selain itu, Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) juga telah mengeluarkan rekomendasi pelaksanaan vaksinasi COVID-19 untuk anak usia 6-11 tahun.

Direncanakan, pelaksanaan vaksinasi anak bisa dilakukan di Puskesmas, rumah sakit atau fasilitas pelayanan kesehatan lainnya. Hal ini termasuk pos-pos pelayanan vaksinasi, dan sentra vaksinasi, baik yang dikelola pemerintah maupun swasta. Selain itu, vaksinasi juga dapat dilakukan di sekolah-sekolah seperti program BIAS.

"Kita berharap, dengan program vaksinasi anak usia 6 tahun-11 tahun ini maka anak-anak akan semakin terlindungi dan mempercepat terciptanya kekebalan komunal. Pemerintah berkomitmen memastikan ketersediaan vaksin dan sangat mengharapkan partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan vaksin untuk kelompok umur ini. Kepada para orang tua, jangan ragu. Ayo bantu anak-anak kita mendapatkan vaksinasi COVID-19. Melindungi anak-anak berarti juga melindungi seluruh keluarga kita," pungkasnya.

(fhs/up)