Rabu, 15 Des 2021 06:55 WIB

Diskresi Berlaku, Kelompok Ini Tak Wajib Karantina Terpusat Sepulang dari LN

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Masa Karantina COVID Terbaru dari Luar Negeri, Ini Aturannya Diskresi karantina mandiri COVID-19 (Foto: Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Demi mencegah masukinya varian Omicron B.1.1529, satgas COVID-19 mewajibkan siapa saja yang baru datang dari luar negeri untuk menjalani karantina terpusat. Namun diskresi berlaku untuk kondisi tertentu.

Salah satunya adalah pejabat eselon 1 ke atas yang baru pulang dari perjalanan dinas. Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito, dalam konferensi pers Selasa (14/11/2021).

"Perlu ditekankan bahwa pihak yang diizinkan untuk melakukan karantina di fasilitas mandiri ialah pejabat Indonesia setingkat eselon 1 ke atas yang baru saja menyelsaikan tugas kedinasan, dan diskresi ini berlaku secara individual," jelasnya.

Diskresi juga berlaku bagi warga negara Indonesia yang berada dalam keadaan mendesak, misalnya terkait kesehatan yang memerlukan perhatian khusus dan mengancam nyawa. Warga yang mengalami kedukaan karena keluarga inti meninggal juga mendapat diskresi tersebut.

Selain itu, warga negara asing (WNA) dengan kriteria berikut juga mendapatkan diskresi untuk bisa menjalani karantina mandiri:

  • Warga Negara Asing (WNA) yang masuk kategori pemegang visa diplomatik dan visa dinas
  • Pejabat asing setingkat menteri ke atas beserta rombongan kunjungan resmi kenegaraan
  • Pendatang yang masuk dalam skema Travel Corridor Arrangement (TCA)
  • Delegasi negara anggota G20
  • Pelaku perjalanan orang terhormat atau Honorable Person
  • Pelaku perjalanan orang terpandang atau Distinguish Person

Untuk mendapatkan diskresi, Satgas COVID-19 menyarankan untuk mengajukan permohonan 3 hari sebelum jadwal kedatangan. Tentunya dengan dilengkapi syarat-syarat yang ditentukan.

"Dimohon kepada siapa saja yang mengajukan diskresi dan tidak bisa memenuhi persyaratan tersebut, untuk melakukan karantina di fasilitas terpusat yang telah disediakan oleh pemerintah," jelasnya.



Simak Video "Komunitas Relawan di Shanghai Turun Tangan Bantu Warga yang Karantina"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)