Sabtu, 18 Des 2021 16:00 WIB

Sinovac Hingga Pfizer, Seberapa Efektif 5 Vaksin COVID-19 yang Dipakai di RI?

Atilah Tia Abelta - detikHealth
Program vaksinasi massal di Tangerang terus dilakukan. Vaksinasi COVID-19 kini sasar orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan individu berkebutuhan khusus (IBK). (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta -

Program vaksinasi COVID-19 yang dimulai sejak Januari 2021 masih terus berlangsung hingga saat ini. Selain usia 18 tahun ke atas dan remaja usia 12-17 tahun, vaksin COVID-19 baru-baru ini juga diberikan kepada anak usia 6-11 tahun. Kick off vaksin anak digelar pada 14 Desember 2021 kemarin.

Hingga saat ini, ada lima jenis vaksin COVID-19 yang sudah mendapatkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Lima vaksin tersebut di antaranya Sinovac, AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, dan yang terakhir Pfizer.

Lalu, seberapa besar sih efektivitas kelima vaksin tersebut? Simak rangkumannya berikut ini.

1. Sinovac

Vaksin Sinovac menjadi vaksin COVID-19 yang masuk pertama kali ke Indonesia. Vaksin buatan perusahaan China, Sinovac, ini telah mendapatkan Emergency Use Authorization (EUA) dari BPOM pada 11 Januari 2021 lalu.

Berdasarkan uji klinis di sejumlah negara, vaksin Sinovac telah dinyatakan memenuhi standard minimal yang ditetapkan oleh organisasi kesehatan dunia WHO, yakni 50 persen. Berdasarkan pernyataan BPOM, efektivitas atau tingkat kemanjuran vaksin Sinovac terhadap virus Corona mencapai 65,3 persen.

Vaksin Sinovac juga telah mendapatkan EUA dari BPOM RI untuk diberikan kepada lansia berusia 60 tahun ke atas, remaja usia 12-17 tahun, dan yang terbaru untuk anak usia 6-11 tahun.

2. AstraZeneca

Vaksin selanjutnya yang mendapatkan izin penggunaan darurat dari BPOM adalah vaksin AstraZeneca. Vaksin COVID-19 satu ini merupakan hasil kerjasama antara perusahaan farmasi dan biofarmasi AstraZeneca dengan Oxford University.

WHO menyebut bahwa efektivitas vaksin AstraZeneca mencapai 63,09 persen dalam mencegah kasus COVID-19 bergejala. Selain itu, AstraZeneca juga menyebut bahwa vaksin Corona buatannya ini 100 persen efektif mencegah penyakit parah karena COVID-19 dan rawat inap.

Berdasarkan keterangan BPOM, efikasi vaksin AstraZeneca dengan dua dosis standar, terhitung sejak 15 hari pemberian dosis kedua hingga pemantauan sekitar dua bulan menunjukkan efektivitas sebesar 62,1 persen.

3. Sinopharm

Vaksin COVID-19 ketiga yang masuk ke Indonesia adalah vaksin Sinopharm. Vaksin ini diproduksi oleh perusahaan Bio-Institute Biological Product Co., asal Beijing. Ini menjadi vaksin besutan China kedua yang digunakan di Indonesia.

Menurut keterangan BPOM, berdasarkan studi klinik fase 3 yang dilakukan pada lebih dari 42.000 subjek di Uni Emirat Arab dan beberapa negara, efikasi vaksin Sinopharm sebesar 78,02 persen.

Dalam penjelasannya, BPOM menyebut imunogenitas vaksin setelah 14 hari penyuntikan dosis ke-2 menunjukan, 98,09 persen orang dewasa dan 97,62 persen lansia mengalami pembentukan antibodi.

99,52 persen orang dewasa dan 100 persen lansia menunjukan pembentukan antibodi yang dapat menetralisasi virus Corona.

4. Moderna

Vaksin COVID-19 lainnya yang digunakan di Indonesia, yakni vaksin Moderna. Vaksin ini dikembangkan dengan platform mRNA. Vaksin Moderna juga sudah masuk daftar izin penggunaan darurat (EUA) dari Organisasi Kesehatan Dunia WHO per 30 April 2021.

Vaksin Moderna ini diketahui memiliki efikasi mencapai 94,1 persen untuk usia 18-65 tahun. Sedangkan pada usia di atas 65 tahun mencapai 86,4 persen.

Hasil tersebut diperoleh melalui pemantauan mulai dari hari ke-14 pasca pemberian vaksin dosis kedua.

5. Pfizer

Pada 14 Juli 2021 lalu, BPOM kembali memberikan emergency use of authorization (EUA) pada vaksin Corona yaitu Pfizer. Vaksin berbasis mRNA dari Amerika Serikat ini dinilai ringan dan aman bagi semua kalangan usia termasuk ibu hamil dan menyusui.

Dalam pernyataannya, BPOM mengungkapkan efikasi vaksin ini mencapai 95,5 hingga 100 persen. Efikasi pada usia 16 tahun ke atas adalah 95,5 persen dan pada remaja 12-15 tahun adalah sebesar 100 persen.

Vaksin ini digunakan dengan indikasi pencegahan COVID-19 mulai usia 12 tahun ke atas. Ini diberikan secara injeksi dengan dua kali penyuntikan dalam rentang waktu 3 minggu.

Simak Video 'Pfizer Uji Coba Vaksin untuk Anak 2-5 Tahun, Hasilnya Belum Berhasil':

[Gambas:Video 20detik]



(fds/fds)