Minggu, 19 Des 2021 05:30 WIB

Gatal-gatal Sekitar Kelamin Jangan Digaruk, Begini Cara Mengatasinya

Atilah Tia Abelta - detikHealth
Close-up of the thigh of a woman Gatal-gatal di sekitar alat kelamin (Foto: thinkstock)
Jakarta -

Saat merasa gatal di bagian tubuh manapun, tangan secara refleks akan buru-buru menggaruknya. Tapi, jika rasa gatal muncul di area sekitar kelamin sebaiknya jangan digaruk karena bisa berbahaya.

Gatal-gatal sekitar kelamin, baik penis atau vagina dapat membuat seseorang tidak nyaman bahkan bisa mengganggu kualitas hidup. Namun, menggaruk kulit di daerah kelamin yang terasa gatal justru tidak dianjurkan karena berisiko memicu iritasi.

Memang, ketika menggaruk area sekitar kelamin yang gatal akan terasa lebih nyaman dan rasa gatal pun hilang. Akan tetapi, garukan tersebut bisa memicu infeksi lain yang lebih parah.

Risiko iritasi di sekitar kelamin bisa lebih besar karena kulit di bagian ini cenderung lebih sensitif dibandingkan daerah lain seperti lengan misalnya. Bahkan jika garukannya terlalu kuat, bisa jadi menyebabkan luka dan infeksi kuman lain.

Sebenarnya yang menjadi penyebab gatal-gatal sekitat kelamin?

Dikutip dari Healthline, gatal pada penis maupun vagina disebabkan oleh iritasi kulit, penyakit menular seksual, dan alergi. Namun beberapa kondisi berikut perlu untuk diwaspadai, antara lain:

Penyebab Gatal-gatal pada Kelamin Wanita:

  • Vagina terpapar bahan kimia, seperti sabun mandi, cariran pembersih vagina, kontrasepsi lokal, deterjen pada pakaian, krim, salep tisu toilet beraroma yang berpotensi memicu iritasi atau alergi.
  • Beberapa penyakit kulit, seperti eksim dan psoriasis, dapat menyebabkan kemerahan dan gatal-gatal di daerah vagina.
  • Penyakit menular seksual, seperti klamidia, kutil kelamin, dan trikomoniasis
  • Infeksi bakteri pada vagina
  • Pakaian atau pakaian dalam yang tidak menyerap keringat
  • Tidak rutin mengganti pakaian dalam dan pembalut saat haid
  • Kutu kemaluan
  • Menopause yang menyebabkan vagina sangat kering
  • Stres

Penyebab Gatal-gatal pada Kelamin Pria:

  • Virus herpes simpleks (HSV)
  • Lichen nitidus atau peradangan kulit dan kelenjar penis
  • Infeksi jamur
  • Kutil kelamin
  • Psoriasis
  • Kudis
  • Peradangan pada uretra
  • Dermatitis kontak karena sabun, pewangi, atau bahan pakaian
  • Rambut di pangkal penis yang tumbuh dengan arah yang salah

Lalu jika tidak boleh digaruk, bagaimana cara mengatasi gatal-gatal sekitar kelamin? Dikutip dari Cleveland Clinic, berikut caranya.

Cara mengatasi gatal:

  • Jika gatal-gatal pada kelamin akibat infeksi, bisa menggunakan obat antijamur, antiparasit, atau antibiotik
  • Untuk meredakan gatal dan bengkak akibat alergi, bisa gunakan
    antihistamin
  • Untuk meredakan peradangan pada iritasi atau alergi, bisa oleskan krim steroid dan hidrokortison
  • Jika gatal terjadi akibat penggunaan alat kontrasepsi, oleskan krim atau salep, bisa juga mengonsumsi tablet estrogen
  • Gunakan salep pereda gatal-gatal

Meskipun gatal-gatal pada kelamin sudah terjadi, tak ada salahnya untuk selalu menjaga kebersihan dan menerapkan gaya hidup sehat.

Cara menjaga kebersihan:

  • Pada wanita, setelah buang air kecil atau buang air besar, bersihkan dari depan ke belakang untuk mencegah bakteri dari anus (rektum) masuk ke vagina
  • Hindari produk kimia seperti douche vagina atau semprotan kebersihan feminin, yang dapat mengganggu keseimbangan asam vagina
  • Saat sedang mencuci, hindari penggunaan deterjen dalam jumlah banyak
  • Jauhi obat penghilang rasa gatal yang dijual bebas, karena produk ini dapat memperburuk rasa gatal dalam jangka panjang
  • Hindari kegiatan yang dapat memperparah rasa gatal, seperti mencukur dan menggaruk secara berlebihan
  • Makan makanan yang seimbang untuk menjaga bakteri sehat di vagina
  • Pada Pria, cuci penis dengan baik, termasuk area di bawah kulup pada pria yang tidak disunat.
  • Jika berkeringat sepanjang hari, pertimbangkan untuk sering mengganti pakaian dalam.
  • Jaga agar area genital tetap bersih dan kering
  • Gunakan sabun lembut, atau lebih baik lagi hindari sabun sepenuhnya, dan bilas dengan air.
  • Hindari membersihkan area genital secara berlebihan.
  • Kenakan pakaian dan pakaian dalam yang longgar dan berserat alami
  • Ganti pakaian dalam setidaknya setiap 24 jam
  • Keringkan badan termasuk alat kelamin secara menyeluruh setelah mandi atau berenang
  • Hindari berhubungan seks tanpa kondom jika khawatir akan risiko terkena infeksi.


Simak Video "Infeksi HPV Berisiko Menyebabkan Kanker Penis"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)