ADVERTISEMENT

Senin, 20 Des 2021 14:21 WIB

Ilmuwan Inggris Ungkap Gejala Omicron yang Muncul saat Makan

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Hospital COVID
Healthcare workers during an intubation procedure to a COVID patient Gejala COVID-19 varian Omicron. (Foto ilustrasi: Getty Images/Tempura)
Jakarta -

Varian Omicron meningkat pesat di Inggris, dalam 24 jam terakhir tercatat lebih dari 10 ribu kasus infeksi terkait Corona B.1.1.529. Meski begitu, para ilmuwan hingga kini belum mengetahui pasti dampak dari varian Omicron khususnya di tingkat keparahan penyakit.

Menurut data yang dikumpulkan studi Inggris Zoe COVID Symptoms, ada beberapa gejala yang menjadi dominan di varian Omicron ketimbang varian Delta. Ilmuwan di studi Zoe COVID Symptoms melihat hanya 50 persen pasien Omicron yang mengalami tiga gejala klasik di varian sebelumnya seperti demam, batuk, kehilangan indra penciuman atau perasa.

Di luar tiga gejala tersebut, ahli mencatat gejala COVID-19 non klasik yang jarang ditemukan. Pasien terpapar Omicron mengeluhkan hilangnya nafsu makan.

Temuan ini sejalan dengan sejumlah kecil data dari kontributor yang melaporkan bahwa hasil PCR positif mereka dicurigai atau dikonfirmasi terinfeksi Omicron.

"Ini mungkin mengejutkan bagi sebagian orang, karena pemerintah Inggris tidak pernah memperbarui panduan tentang gejala COVID-19 di luar tiga gejala klasik. Beberapa bulan yang lalu, Studi ZOE COVID membantu mengidentifikasi lebih dari 20, sebagian besar gejala ringan seperti pilek," catat para ilmuwan ZOE.

Lima gejala teratas yang dilaporkan dalam Zoe COVID Symptoms adalah:

  • Pilek
  • Sakit kepala
  • Kelelahan (ringan atau berat)
  • Bersin
  • Sakit tenggorokan.

Kabut otak juga kerap dilaporkan dalam studi. Artinya, pasien sering merasa kebingungan, menjadi pelupa, kurang fokus.

Setiap laporan dalam aplikasi didasarkan pada data pasien, para ilmuwan akan melakukan penelitian lebih lanjut tentang profil gejala Omicron dalam beberapa minggu mendatang.

Seberapa bahaya Omicron?

Ketika kasus meningkat, proporsi rawat inap dan kematian tampaknya menurun di sebagian besar negara di mana Omicron telah terdeteksi.

"Sejauh ini, kami tidak menerima laporan dari orang-orang yang dirawat di rumah sakit atau menderita gejala parah dengan dugaan infeksi Omicron," catat para ilmuwan ZOE.



Simak Video "Dokter Paru Jelaskan Alasan 89% Gejala Omicron Batuk Kering"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT