Selasa, 21 Des 2021 09:15 WIB

AS Catat Kematian Pertama akibat Varian Omicron!

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
LEIPZIG, GERMANY - NOVEMBER 18: FFP2 masks and face shields in the Covid-19 intensive care unit at University Hospital Leipzig on November 18, 2021 in Leipzig, Germany. Hospitals are coping with a high influx of patients as the fourth wave of the coronavirus pandemic is sending infection rates to new record highs in Germany. Saxony is especially hard hit, with an average of over 750 new cases per 100,000 over a seven-day period, the highest for any state nationwide. Germanys vaccination rate, currently at about 67% of the population, is low compared to many other EU countries. The vast majority of people currently being admitted to hospital with Covid are unvaccinated. (Photo by Jens Schlueter/Getty Images) Foto: Getty Images/Jens Schlueter
Jakarta -

Amerika Serikat (AS) mencatat kematian pertama akibat varian COVID-19 Omicron. Kasus kematian pertama karena Omicron itu dimuat setelah ada laporan resmi dari pejabat Departemen Kesehatan Houston pada Senin (20/12) waktu setempat.

Dilaporkan ABC News, satu korban meninggal akibat varian Omicron adalah seorang pria berusia 50 tahun, memiliki komorbid atau penyakit penyerta, tapi belum divaksin sama sekali.

Pejabat kesehatan setempat belum bisa menyimpulkan bahwa apakah Omicron lebih ganas daripada varian pendahulunya. Namun, mereka menyatakan bahwa secara umum vaksinasi dan suntikan booster sesuai syarat kemungkinan menurunkan risiko terkena gejala parah.

Kasus Omicron di AS kini telah bertambah berkali-kali lipat. Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS (CDC) juga menyebut sekitar 73 persen kasus COVID-19 di AS disebabkan varian Omicron.

Lonjakan kasus COVID-19 ini mengkhawatirkan pejabat kesehatan masyarakat, yang was-was akan adanya ledakan infeksi setelah liburan Natal dan Tahun Baru.

Dengan varian baru yang beredar, kasus COVID-19 sekarang berlipat ganda dalam 1 hingga tiga hari di daerah dengan transmisi komunitas. Varian Omicron diketahui memiliki penularan yang lebih cepat daripada varian sebelumnya.



Simak Video "Kabar Baik! Kematian Covid-19 Catat Rekor Terendah Sejak Awal Pandemi"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)