Selasa, 21 Des 2021 13:34 WIB

Jangan Dipakai! 3 Jenis Masker Ini Tak Bakal Sanggup Tangkal Omicron

Ayunda Septiani - detikHealth
Pemandangan tak biasa terlihat di jalanan Beijing, China. Seorang warga mengenakan masker sampai dua sekaligus saat beraktivitas di luar rumah. Ini fotonya. Foto: AP Photo/Ng Han Guan
Jakarta -

Pekan lalu Indonesia mengumumkan kemasukan varian baru COVID-19 Omicron. Satu kasus yang ditemukan merupakan petugas kebersihan Wisma Atlet yang terinfeksi COVID-19 varian omicron dari WNI yang pulang dari luar negeri.

WNI berinisial TF tersebut kembali ke Indonesia pada 27 November 2021 dari Nigeria. Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi juga menegaskan semua kasus varian Omicron yang ditemukan berasal dari imported case, belum ada transmisi lokal.

Untuk mencegah terpapar dari varian baru COVID-19, masyarakat harus tetap waspada dan mematuhi protokol kesehatan. Berikut jenis masker yang tak dianjurkan sebagai upaya pencegahan terinfeksi varian Omicron.

Masker buff

University of Duke melakukan analisis terkait seberapa efektif jenis masker melindungi diri dari paparan COVID-19. Studi mereka menunjukkan masker buff yang kerap dipakai pengendara motor adalah jenis masker yang paling tak efektif, lantaran tak bisa menahan droplet ketika berbicara.

"Kami menghubungkan ini dengan...tekstil memecah partikel-partikel besar menjadi banyak partikel kecil," kata dr Martin Fischer, ahli kimia, fisikawan dan penulis studi, dikutip dari CNBC.

Para ahli menyebut memakai masker buff dapat lebih berisiko tinggi menularkan COVID-19 karena lebih banyak droplet yang tak tersaring. Bahkan, bahan masker buff disebut dapat memecah droplet menjadi partikel lebih kecil.

Masker katup

Ahli pernapasan dari RS Paru Persahabatan dr Agus Dwi Susanto, Sp P(K) mengatakan masker katup malah berbahaya jika digunakan oleh masyarakat.

"Masker katup itu hembusan napas dari pemakai keluar, sehingga kalau memakai masker katup itu sakit COVID-19, maka udara yang keluar dari masker membahayakan sekitarnya, jadi tidak disarankan," ujar dr Agus Dwi Susanto, Sp P(K), kepada detikcom, Sabtu (27/11/2021).

Masker kain tak berjenis katun

Beberapa waktu lalu, dokter spesialis paru RS Persahabatan, dr Diah Handayani, SpP, mengimbau agar masyarakat tidak memakai masker kain dengan jenis bahan di luar katun. Kriteria masker katun yang aman dipakai sehari-hari memiliki tiga lapis berbahan katun, karena mempunyai pori-pori yang rapat.

Di sisi lain, dr Diah menjelaskan masker kain yang menggunakan bahan lain umumnya tak memiliki pori-pori serapat katun.

"Karena setiap lekukan itu kan bisa menampung kuman dari luar, makanya kebersihannya harus dijaga," tuturnya.



Simak Video "Jenis Masker yang Sangat Efektif Menurut Profesor Inggris"
[Gambas:Video 20detik]
(ayd/up)