Jumat, 24 Des 2021 10:59 WIB

Tenang, Inggris Bawa Kabar Baik Meski Kasus Omicron Meledak

Vidya Pinandhita - detikHealth
Varian Omicron disinyalir jadi penyebab lonjakan kasus COVID-19 di Inggris-Prancis. Dua negara di Eropa itu pun kini gencarkan vaksinasi COVID-19 bagi warganya. Ilustrasi pemerintah Inggris paparkan perbandingan risiko rawat inap akibat varian Omicron dengan varian Delta. Foto: AP Photo
Jakarta -

Pemerintah Inggris menyebut risiko rawat inap pada pasien COVID-19 varian Omicron terpantau lebih rendah dibanding varian Delta. Namun lantaran tingkat penularannya tinggi, masih terdapat kemungkinan kebutuhan perawatan rumah sakit tetap meningkat akibat tingginya pasien varian Omicron.

Analisis data awal oleh Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) menyebut individu dengan infeksi varian Omicron diperkirakan 31-45 persen berisiko lebih kecil lebih dirawat di rumah sakit dibandingkan dengan pasien varian Delta.

"Pertanda awal yang menggembirakan bahwa orang yang terkena varian Omicron mungkin memiliki risiko rawat inap yang relatif lebih rendah daripada mereka yang terkena varian (Corona) lain," kata Kepala Eksekutif UKHSA, Jenny Harries, dikutip dari Reuters, Jumat (24/12/2021).

"Namun perlu dicatat bahwa ini adalah data awal dan penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi temuan ini," sambungnya.

Seiring kabar tersebut, Inggris melaporkan rekor kasus COVID-19 harian pada Kamis (23/12/2021) dengan total kasus baru 119.789. Data sebelumnya pada Senin (20/12/2021), sebanyak 132 pasien varian Omicron di Inggris menjalani perawatan di rumah sakit.

17 pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit sudah menerima booster vaksin COVID-19, 74 orang baru mendapat dua dosis dan 27 lainnya belum divaksinasi COVID-19.

Sebanyak 14 orang dilaporkan meninggal dunia dalam waktu 28 hari setelah diagnosis terinfeksi varian Omicron, dengan rentang usia 52-96 tahun.

UKHSA memaparkan, sekitar 9,5 persen orang dengan infeksi varian Omicron sebelumnya sudah pernah terkena COVID-19.

Analisis UKHSA masih disebut sangat tidak pasti lantaran sejumlah kecil pasien Omicron kini menjalani perawatan di rumah sakit. Hal itu juga terkendala oleh ketidakmampuan untuk mengukur secara efektif semua infeksi yang terjadi sebelumnya, dengan penyebaran Omicron terbatas pada kelompok usia yang lebih tua.



Simak Video "Kemenkes RI Tegaskan Varian Deltacron Belum Terdeteksi di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/naf)