Sabtu, 25 Des 2021 06:01 WIB

Rekor Lagi! Inggris Catat 122 Ribu Kasus Baru dalam 24 Jam

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
LONDON, ENGLAND - DECEMBER 14: Members of the public queue for Covid-19 vaccinations and booster jabs at St Thomas Hospital on December 14, 2021 in London, England. The government announced it was accelerating its Covid-19 booster programme due to concerns about the Omicron variant. The UK now intends to offer every adult a booster jab before the end of the year. (Photo by Dan Kitwood/Getty Images) Inggris diamuk Omicron, kasus baru tembus rekor 122 ribu. (Foto ilustrasi: Getty Images/Dan Kitwood)
Jakarta -

Inggris lagi-lagi mencatat rekor kasus COVID-19 harian. Lonjakan kasus belakangan terjadi karena penyebaran varian Omicron meningkat pesat seleama sepekan terakhir, terutama di ibu kota London.

Per Jumat (24/12/2021) ada 122.186 kasus baru, naik dari 119.789 kasus di Kamis. Sudah tiga hari angka kasus harian berada di atas 100 ribu.

"Perkiraan awal yang menunjukkan sekitar 1 dari 20 warga London kemungkinan terpapar COVID-19 per 16 Desember, kini meningkat menjadi 1 dari 10 pada hari Minggu," jelas Kantor Statistik Nasional (ONS).

Meski begitu, Perdana Menteri Boris Johnson hingga kini belum membuat aturan baru Jelang Nataru. Alasannya, masih belum ada kepastian terkait tingkat keparahan Omicron dengan rawat inap.

Saat penelitian terbaru tentang Omicron menunjukkan varian ini memiliki tingkat rawat inap lebih rendah daripada varian COVID-19 sebelumnya, pejabat kesehatan mewanti-wanti untuk tidak mengambil kesimpulan sedini mungkin.

"Ada secercah harapan Natal, tapi itu jelas belum pada titik di mana kita dapat menurunkan ancaman serius itu," Jenny Harries, kepala Badan KeamONS mengatakan prevalensi meningkat di semua bagian Inggris, dengan Skotlandia menunjukkan tingkat infeksi terendah pada 1 dari 65 orang pada 19 Desember.

Perkiraan ONS menunjukkan sekitar 1 dari 35 orang di Inggris setara dengan 1,54 juta orang terinfeksi COVID-19 selama enam hari hingga 19 Desember.

Pemodelan awal hari-hari berikutnya menunjukkan bahwa angka meningkat menjadi lebih dari 2 juta orang pada hari Minggu, atau sekitar 1 dari 25.

"Apa yang kita dapatkan sekarang adalah keseimbangan yang sangat baik antara sesuatu yang tampak seperti risiko rawat inap yang lebih rendah - yang merupakan berita bagus, tetapi sama-sama varian yang sangat menular dan yang kita tahu menghindari beberapa pertahanan kekebalan kita."

Pada hari Jumat pemerintah Inggris melaporkan 137 kematian baru dalam 28 hari setelah tes COVID-19 positif, turun dari 147 pada hari Kamis, dan total kematian COVID-19 selama pandemi menjadi 147.857, tertinggi di Eropa.



Simak Video "Dokter Paru Jelaskan Alasan 89% Gejala Omicron Batuk Kering"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)