ADVERTISEMENT

Sabtu, 25 Des 2021 12:01 WIB

Doddy Sudrajat Ingin Tes DNA Gala Sky, Memang Fungsinya Apa?

Atilah Tia Abelta - detikHealth
Ayah Vanessa Angel, Doddy Sudrajat kangen berat dengan cucunya yang kepulangannya tertunda ke Jakarta, Jumat (5/11/2021). Foto: Ayah Vanessa Angel, Doddy Sudrajat. (Karin Nur Secha/detikcom)
Jakarta -

Perseteruan yang terjadi antara Faisal ayah dari mendiang Bibi Ardiansyah dan Doddy Sudrajat masih terus memanas. Hingga kini Ayah dari mendiang Vanessa Angel itu tetap yakin untuk melakukan tes DNA kepada Gala Sky.

Mengetahui hal itu, Faisal menegaskan tidak akan memberikan izin untuk tes DNA sang cucu dan yakin bahwa Gala adalah anak mendiang Bibi Ardiansyah dan Vanessa Angel.

"Apanya yang mau dites? Sudah final itu cucu saya, nggak ada tes-tes. Bagi saya sudah jelas itu cucu saya 1.000 persen itu cucu saya," kata Faisal yang dikutip dari InsertLive, Sabtu (25/12/2021).

Dikutip dari laman RSUP SANGLAH, DNA merupakan kependekan dari deoxyribonucleic acid atau dalam Bahasa Indonesia sering juga disebut ADN, yang merupakan kependekan dari asam deoksiribonukleat. DNA atau ADN ini merupakan materi genetik yang terdapat dalam tubuh setiap orang yang diwarisi dari orang tua.

Lantas, apa fungsi melakukan tes DNA?

Dikutip dari mayoclinic, Tes genetik atau DNA ini berperan penting dalam menentukan pengembangan penyakit tertentu serta skrining dan perawatan medis. Selain itu, fungsi lain melakukan tes DNA sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui adanya kelainan genetik

Jika seseorang memiliki gejala penyakit yang mungkin disebabkan oleh perubahan genetik, kadang-kadang disebut gen bermutasi. Untuk itu, tes DNA bisa digunakan sebagai cara mengidentifikasi atau menyingkirkan kelainan genetik tertentu.

Tes ini bisa dilakukan pada bayi hingga orang dewasa, yang menunjukkan kelainan genetik tertentu, seperti sindrom Down.

2. Carrier testing atau uji pembawa

Tes ini digunakan untuk mengidentifikasi seseorang yang memiliki kondisi genetik tertentu, yang mungkin saja bisa diturunkan pada keturunannya. Jenis tes DNA ini sangat bermanfaat bagi pasangan sebelum merencanakan kehamilan.

3. Tes pra-lahir

Melakukan tes DNA sebelum kelahiran atau pra-lahir berfungsi untuk mendeteksi beberapa jenis kelainan pada gen bayi yang belum lahir. Sindrom Down dan sindrom trisomi 18 adalah dua kelainan genetik yang sering diskrining sebagai bagian dari pengujian genetik pra-lahir.

4. Memantau kondisi bayi yang baru lahir

Tes DNA juga bisa digunakan untuk memantau kondisi bayi yang baru dilahirkan. Ini adalah jenis pengujian genetik yang paling umum dilakukan. Tujuannya untuk mengidentifikasi adanya kelainan genetik, sehingga dapat diobati sejak dini.

5. Tes pra-implantasi

Tes pra-implantasi juga disebut diagnosis genetik praimplantasi, yaitu tes yang digunakan untuk pasangan yang sedang menjalani proses fertilisasi in vitro atau bayi tabung.

Nantinya, embrio disaring untuk mengetahui kelainan genetik. Embrio tanpa kelainan akan ditanamkan di rahim dengan harapan mencapai kehamilan.

6. Untuk uji forensik

Tes DNA dalam uji forensik cukup sering dibutuhkan untuk mengidentifikasi seseorang. Umumnya digunakan untuk mengetahui identitas orangtua dari seorang anak. Selain itu, bisa juga untuk mengidentifikasi jasad atau bagian tubuh korban bencana alam, seperti tsunami, gempa bumi atau kebakaran.



Simak Video "Top 5: Indra Kenz Minta Maaf, Dokter Terawan Dipecat IDI"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT