Sabtu, 25 Des 2021 14:00 WIB

Ilmuwan Temukan Bagian Tubuh Baru Manusia!

Ayunda Septiani - detikHealth
rahang Peneliti temukan bagian tubuh baru pada manusia. (Foto/Jens. C. Türp, University of Basel/UZB)
Jakarta -

Para peneliti baru-baru ini menemukan bagian tubuh yang belum pernah dijelaskan sebelumnya. Mereka berhasil menemukan bagian tubuh baru yang belum pernah diketahui sebelumnya.

Bagian tubuh ini merupakan lapisan otot yang dalam di bagian belakang pipi atau otot masseter. Lapisan otot ini berfungsi untuk mengangkat rahang bawah dan sangat penting untuk mengunyah.

Dalam buku teks anatomi modern, otot masseter digambarkan memiliki dua lapisan yakni lapisan dalam dan dangkal. Beberapa ahli terdahulu, sempat curiga bahwa otot ini memiliki satu lapisan lagi di bagian dalam, tapi mereka tak berhasil mengungkapnya.

Tim peneliti dari University of Basel, Swis mencoba mencari tahu lebih lanjut soal keberadaan lapisan tersebut. Peneliti lalu membedah 12 kepala mayat yang telah diawetkan. Selain itu mereka juga mengambil CT scan mayat yang baru meninggal.

Melalui pemeriksaan ini, para peneliti berhasil mengidentifikasi lapisan ketiga otot masseter tersebut. Lapisan otot ini berada sangat dalam dan membentuk tulang pipi dan dapat dirasakan di depan telinga.

"Bagian dalam dari otot masseter ini jelas dapat dibedakan dari dua lapisan lainnya dalam hal jalur dan fungsinya," penulis pertama Szilvia Mezey, seorang dosen senior di Departemen Biomedis di Universitas Basel di Swiss, mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Lapisan ketiga ini berbeda dibandingkan dengan dua lapisan lain baik dari segi jalur maupun fungsinya. Lapisan otot ini membantu untuk menstabilkan rahang bawah.

Peneliti Szilvia mengatakan lapisan ini merupakan satu-satunya bagian masseter yang dapat menarik tulang rahang ke belakang

Tim peneliti pun mengusulkan agar lapisan otot yang baru ini ditemukan ini diberi nama Musculus masseter pars coronoidea yang berarti bagian koronoid dari masseter.

Penemuan ini dinilai penting untuk dunia medis dan kesehatan. Lapisan otot ini dapat membantu dokter untuk melakukan tindakan bedah dengan lebih baik di area rahang. Dokter juga dapat merawat kondisi yang melibatkan sendi yang menghubungkan tulang rahang dengan tengkorak secara lebih baik.



Simak Video "Studi Plasma Konvalesen: Bisa Jadi Alternatif Namun Efektifitasnya Rendah"
[Gambas:Video 20detik]
(ayd/kna)