Sabtu, 25 Des 2021 15:32 WIB

Terpopuler Sepekan

Viral Eks Menkes Siti Fadila Sebut Omicron Tak Berbahaya

Ayunda Septiani - detikHealth
Eks Menkes Siti Fadilah Supari menangis saat membacakan nota pembelaan atau pleidoi. Dia menangis ketika membacakan pleidoi terkait dengan kasus yang membelitnya. Eks Menkes Siti Fadilah sebut Omicron tak berbahaya. (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Video eks Menkes Siti Fadilah yang diunggah dua pekan lalu soal Omicron ramai di media sosial usai Indonesia mencatat kasus pertama varian COVID-19 tersebut.

Ia mengatakan bahwa warga tidak panik menyikapi varian Omicron sebab gejalanya terbilang ringan, meski lebih menular ketimbang COVID-19 varian Delta.

"Omicron itu karena mutasi dari sedikit protein, tetapi strain-nya tetap yang lama, yang berubah sifatnya adalah yang ada di ujung protein itu. Nah, kemudian didramatisasi gitu kayaknya, (sampai bilang) mati lo kalau kena Omicron," tuturnya di Youtube Realita TV

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi menanggapi kabar tersebut.

Nadia menyebutkan, adanya varian Omicron perlu menjadi tanda waspada dunia, termasuk Indonesia. Terlebih dengan ditemukannya kasus varian Omicron yang membludak di beberapa negara Eropa.

"Nggak [dramatisasi] lah. Kita lihat di Inggris dengan 90 ribu kasus per hari, Belanda sudah lockdown, Swiss pengetatan, dan Amerika Serikat fasilitas kesehatannya mulai kewalahan karena banyak orang yang tertular," ujar Nadia, beberapa waktu lalu.

Di sisi lain, Menkes RI Budi Gunadi Sadikin menyebut varian Omicron memiliki kemampuan penularan berkali lipat dari varian Delta. Selain itu kemampuan netralisasi vaksin COVID-19, termasuk dosis booster, terbukti lebih rendah melawan varian Omicron dibanding varian Corona lainnya.

"Sudah terbukti sekarang bahwa kemampuan menetralisir virus pasca infeksi dan imunisasi menurun terhadap Omicron dibanding varian lain," ujar Menkes dalam konferensi pers virtual, Senin (20/12/2021).

Tambahan informasi, Kemenkes RI mengkonfirmasi total Omicron di Indonesia sebanyak 19 kasus. Adapun pelaku perjalanan yang terkonfirmasi Omicron didominasi kedatangan dari Turki.

Adanya penemuan total kasus 19 Omicron, Nadia mengimbau untuk seluruh masyarakat tidak bepergian sementara waktu dan menunda perjalanan ke luar negeri.



Simak Video "Ahli: Deltacron Ada Kecenderungan Mirip Omicron"
[Gambas:Video 20detik]
(ayd/kna)