ADVERTISEMENT

Sabtu, 25 Des 2021 17:01 WIB

6 Jenis Vaksin Corona yang Diakui WHO, Mana yang Bisa Lawan Omicron?

Maulida Balqis - detikHealth
Ilustrasi Vaksin COVID-19 Foto: dok Kaspersky
Jakarta -

Dalam mencegah penularan COVID-19, berbagai perusahaan berlomba-lomba mengembangkan vaksin yang ditujukan untuk memberikan pertahanan dan meningkatkan daya tahan tubuh terhadap virus Corona. Namun, mana sebenarnya vaksin yang bisa melawan virus Corona terutama Omicron?

Virus Omicron dilaporkan masuk ke Indonesia pada Kamis (16/12/2021) lalu. Hingga kini, tercatat total ada 19 kasus Omicron di Indonesia. Meski kebanyakan pasien Omicron tidak mengalami gejala, namun kita tetap perlu waspada terhadap virus dari varian ini.

Beberapa vaksin yang diakui oleh World Health Organization (WHO) diketahui wajib mengantongi emergency use listing (EUL) untuk bisa dioperasikan.

Pemberian EUL ini dipertimbangkan dari segi kualitas, keamanan dan kemanjuran vaksin. Berikut ini beberapa vaksin yang telah diakui oleh WHO:

1. Pfizer-BioNTech

Vaksin Pfizer-BioNTech merupakan salah satu vaksin yang diakui oleh WHO. Vaksin ini merupakan vaksin pertama yang berhasil mendapatkan EUL dan telah didistribusikan ke sejumlah negara.

2. Astrazeneca-Oxford

Astrazeneca merupakan vaksin kedua yang mendapatkan izin penggunaan darurat dari WHO. Dua versi vaksin Astrazeneca yakni buatan SKBio Korea Selatan dan The Serum Institute India telah ditinjau oleh SAGE dan direkomendasikan untuk diberikan pada usia 18 tahun ke atas.

3. Johnson & Johnson

Vaksin yang dikembangkan di Amerika Serikat ini juga telah mendapatkan EUL. Jenis vaksin yang hanya menyuntikkan dosis tunggal ini diklaim memiliki efisiensi sebesar 66,3 persen dan 100 persen ampuh mencegah kasus rawat inap dan kematian akibat COVID-19.

4. Moderna

Moderna juga telah mengantongi izin penggunaan darurat pada 30 April 2021. Vaksin ini sebelumnya telah direkomendasikan oleh SAGE untuk diberikan pada orang berusia 18 tahun ke atas.

5. Sinopharm

Termasuk vaksin yang telah diakui oleh WHO, vaksin buatan China ini telah mendapatkan EUL pada 7 Mei 2021. Jenis vaksin ini direkomendasikan untuk usia 18 tahun dengan selang waktu penyuntikan 3-4 minggu. Diketahui, vaksin ini memiliki efikasi sebesar 78 persen dan bahkan digunakan dalam program vaksinasi gotong royong.

6. Sinovac

Sinovac telah mendapatkan EUL pada 1 Juni 2021. Vaksin ini disebut ampuh dalam mencegah penyakit simtomatik sebesar 51 persen dan juga ampuh mencegah pasien COVID-19 dari keparahan dan rawat inap.

Apa jenis vaksin yang ampuh terhadap Omicron?

Dikutip dari laman resmi Pfizer, studi laboratorium menunjukkan bahwa tiga dosis vaksin COVID-19 jenis Pfizer-BioNTech terbukti dapat menetralkan varian Omicron.

"Meskipun dua dosis vaksin mungkin masih menawarkan perlindungan terhadap kondisi parah yang disebabkan oleh jenis Omicron, jelas dari data awal ini menunjukkan bahwa perlindungan telah ditingkatkan dalam dosis ketiga vaksin kami," kata Albert Bourla, Ketua dan Chief Executive Officer Pfizer, dikutip pada Sabtu (25/12/2021).

Pihak Pfizer-BioNTech menegaskan bahwa dosis ketiga yang ditawarkannya ini cukup bisa memberikan perlindungan terhadap varian Omicron.

"Dataset awal dan pertama kami menunjukkan bahwa dosis ketiga masih dapat menawarkan tingkat perlindungan yang memadai dari penyakit dengan tingkat keparahan apa pun yang disebabkan oleh varian Omicron," kata Ugur Sahin, MD, CEO dan Co-Founder BioNTech.

Lebih jauh, melansir Reuters, sebuah studi di Denmark yang meneliti tentang efektivitas vaksin Pfizer-BioNTech dan Moderna mengungkapkan bahwa dosis ketiga dari vaksin-vaksin tersebut terbukti dapat memberikan perlindungan yang 'signifikan' terhadap varian Omicron, khususnya bagi kelompok usia tua.

Studi ini menganalisis data dari tiga juta orang di Denmark yang dikumpulkan pada 20 November dan 12 Desember.

Mereka yang mendapatkan dosis kedua vaksin Pfizer-BioNTech dan Moderna tercatat mengalami penurunan perlindungan selama lima bulan.

"Kami melihat bahwa perlindungan menjadi lebih rendah dan menurun lebih cepat pada varian Omicron dibandingkan pada varian Delta setelah vaksinasi primer," kata penulis studi Palle Valentiner-Branth, dikutip pada Sabtu (25/12/2021).

Meski begitu, pada dosis ketiga vaksin Pfizer-BioNTech, perlindungan tersebut mampu pulih hingga 54,6 persen pada orang berusia 60 tahun lebih.

Studi ini mengonfirmasi temuan studi di Inggris baru-baru ini, yang juga menunjukkan penurunan yang cepat pada perlindungan terhadap Omicron dari waktu ke waktu serta peningkatan perlindungan yang signifikan setelah suntikan booster menggunakan vaksin Pfizer-BioNTech.

"Mengingat peningkatan eksponensial dalam kasus Omicron, temuan ini menyoroti perlunya peluncuran besar-besaran vaksinasi dan vaksinasi booster," kata para peneliti.



Simak Video "WHO Ingatkan Penimbunan Vaksin Bakal Perpanjang Pandemi Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT