Senin, 27 Des 2021 12:37 WIB

COVID-19 'Pulang Kampung', China Rekor Kasus Tertinggi dalam 21 Bulan

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Otoritas China bersiap memeriksa ratusan ribu sampel darah dari bank darah yang ada di kota Wuhan sebagai bagian dari penyelidikan asal-usul virus Corona (COVID-19). Foto: Getty Images
Jakarta -

China melaporkan kenaikan harian tertinggi kasus Covid-19 lokal dalam 21 bulan. Rekor kasus ini dipicu transmisi lokal yang parah di kota Xi'an.

Dilaporkan Reuters, pemerintah China memberlakukan lockdown di Xi'an, kota dengan 13 juta penduduk, setelah mencatat 155 kasus transmisi lokal pada Minggu (26/12/2021). Angka ini naik dua kali lipat dari hari sebelumnya yakni 75 kasus.

Dengan 485 kasus bergejala lokal yang dilaporkan per 9-25 Desember, Xi'an telah memberlakukan kebijakan ketat untuk mengendalikan pandemi. Bentuk kebijakan itu di antaranya warga dilarang meninggalkan kota tanpa persetujuan otoritas lokal dan menerapkan kebijakan lockdown.

Kota itu berhasil dengan cepat mendeteksi kasus-kasus itu melalui tiga putaran pengujian massal, He Wenquan, seorang pejabat Xian, mengatakan pada konferensi pers pada hari Minggu, menambahkan bahwa jumlah kasus yang tinggi dapat bertahan hingga beberapa hari ke depan.

"Untuk menyaring kelompok orang yang terinfeksi dengan cepat, setelah analisis oleh para ahli, kami akan meningkatkan langkah-langkah pengendalian di area-area utama, terutama tempat-tempat dengan tingkat risiko yang lebih besar," kata He.

Penduduk tidak boleh meninggalkan kota tanpa persetujuan dari majikan atau otoritas setempat, dan beberapa pengujian massal dilakukan untuk mengidentifikasi kasus tambahan.

Kota tersebut mengumumkan tidak adanya infeksi yang disebabkan oleh varian omicron, meski pihak berwenang China telah melaporkan beberapa infeksi Omicron di antara turis internasional dan di China selatan.



Simak Video "WHO Bicara soal Strategi 'Zero-Covid' China yang Tak Efektif"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/naf)