ADVERTISEMENT

Senin, 27 Des 2021 16:49 WIB

Paris Kiss Trending, Ini Risiko Ciuman 'French Kiss' yang Menggairahkan

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
pasangan ciuman Paris kiss trending di Google. Kenali risikonya. (Foto: thinkstock)
Jakarta -

Paris kiss mendadak banyak dicari oleh pengguna internet hingga muncul di pencarian Google. Sebenarnya, ciuman ala Paris ini lebih dikenal dengan sebutan french kiss.

French kiss ini adalah ciuman dalam yang biasanya dilakukan pasangan untuk menggambarkan hubungan romantisme mereka. French kiss atau Paris kiss ini biasanya jadi pilihan untuk menjaga keintiman para pasangan.

Namun teknik berciuman ini ternyata menyimpan banyak risiko. Berikut fakta-faktanya dikutip dari berbagai sumber.

Risiko paris kiss atau french kiss

Sifilis

Penelitian dari Belanda dalam sebuah studi tahun 2014 memperkirakan bahwa ciuman ala Perancis atau French kiss yang berlangsung hanya sepuluh detik dapat memfasilitasi transfer hingga 80 juta bakteri.

Meskipun sebagian besar bakteri tersebut tidak bersifat patogen, masih ada mikroorganisme tertentu yang dapat menyebabkan masalah saat berciuman dan tidak boleh diabaikan.

Penyakit lain yang bisa timbul adalah sifilis. Ini karena ciuman yang dalam dan menyatukan lidah, dapat meningkatkan risiko tertular bakteri penyebab sifilis.

Infeksi gigi dan gusi

Melakukan Paris kiss atau French kiss bukan tidak mungkin meningkatkan risiko infeksi pada gigi dan gusi. Oleh karena itu sangat penting bagi para pasangan menjaga kesehatan gigi dan mulut mereka.

Jika pasangan Anda tidak menjaga kesehatan mulut dan punya gigi berlubang, bakteri penyebab karies gigi tersebut berpotensi berpindah ke Anda saat berciuman.

Streptococcus mutans adalah contoh bakteri yang bisa menyebar saat berciuman. Pastikan untuk selalu menjaga kesehatan mulut untuk menghindari penyakit yang berasal dari gigi berlubang.

Mononukleosis

Mononukleosis adalah infeksi virus yang biasanya menyerang orang dewasa muda dan juga disebut sebagai "penyakit berciuman". Hal ini disebabkan oleh EBV (Epstein-Barr Virus), yang tumbuh subur dalam cairan seperti air liur dan dapat menyebar dengan mudah dari air liur orang yang terinfeksi saat berciuman.

Ini adalah kondisi yang sangat menular dan mereka yang terinfeksi mungkin menunjukkan gejala malaise umum, sakit tenggorokan, pembengkakan kelenjar getah bening, dan demam.

Gejala biasanya sembuh sendiri dan membaik seiring berjalannya waktu, tetapi komplikasi dari infeksi parah mungkin termasuk pembengkakan dan bahkan pecahnya limpa.

Jadi sebelum Anda dan pasangan memutuskan untuk melakukan ciuman yang hangat dan dalam seperti Paris kiss atau french kiss, pastikan dalam kondisi yang benar-benar sehat untuk menghindari potensi penyebaran infeksi.



Simak Video "Takaran Gula Tambahan yang Aman Dikonsumsi dalam Sehari"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT