Selasa, 28 Des 2021 10:15 WIB

Pesta COVID-19 'Pulang Kampung' di China, Tembus 200 Kasus!

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Otoritas di China membatalkan ratusan penerbangan, menutup sekolah dan meningkatkan pengujian massal, untuk mengendalikan wabah baru COVID-19 yang berkaitan dengan sekelompok wisatawan. Coronavirus di China. (Foto: Getty Images/Kevin Frayer)
Jakarta -

Pada 27 Desember 2021, otoritas kesehatan China melaporkan 209 kasus baru COVID-19 dalam sehari. Komisi Kesehatan Nasional mengatakan ada 182 kasus transmisi lokal dan selebihnya adalah kasus impor.

Dikutip dari Reuters, sebagian kasus baru lokal berada di Provinsi barat laut Shaanxi. Provinsi itu merupakan tempat di mana kota Xi'an berada, yang saat ini menjadi hotspot penularan COVID-19.

Akibat adanya lonjakan kasus tersebut, China telah mengunci (lockdown) Kota Xi'an dan melarang warganya untuk keluar rumah. Langkah selanjutnya, mereka mulai melakukan disinfeksi di seluruh Kota Xi'an untuk memerangi virus Corona.

Penambahan kasus COVID-19 yang menyentuh 200 kasus, menandai infeksi baru yang mendekati angka tertinggi sejak akhir Januari 2021.

Disinfeksi ini dilakukan saat hari kelima kota tersebut dilockdown. Pihak berwenang setempat menyemprotkan disinfektan ke seluruh kota dan meminta warganya untuk menutup jendela, tidak menyentuh permukaan pada arsitektur, dan vegetasi di jalan-jalan.

Langkah tersebut dilakukan saat infeksi harian di kota tersebut melonjak sekitar 150 pada hari Minggu dan Senin. Saat itu, otoritas kesehatan berusaha mengungkap lebih banyak kasus dengan melakukan pengujian massal putaran keempat.

Namun, ahli virologi di Universitas Hong Kong, Dongyan Jin, mengatakan langkah disinfeksi massal udara luar dan permukaan di seluruh kota itu sepertinya tidak diperlukan.

Hal ini diungkapkannya mengingat rendahnya risiko orang bisa tertular COVID-19 dari permukaan luar atau udara dengan sedikitnya orang yang berkeliaran di luar selama lockdown diberlakukan.

"Ini (seperti) menembak nyamuk dengan meriam," kata Jin yang dikutip dari Straits Times, Selasa (28/12/2021).

Menurutnya, jika disinfeksi ini dilakukan pada permukaan dalam ruangan, terutama di tempat-tempat yang banyak dikunjungi orang yang terinfeksi, itu lebih diperlukan.

Sebelumnya, pihak berwenang Kota Xi'an mendesak warganya untuk tetap berada di rumah. Hal ini dilakukan usai lonjakan kasus yang cukup tinggi terjadi di kota tersebut.



Simak Video "Faktor yang Memengaruhi Keparahan Pasien Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)