Kamis, 30 Des 2021 05:57 WIB

Sudah Ada Transmisi Lokal Omicron di RI, Stop Pakai Masker Seperti Ini!

Ayunda Septiani - detikHealth
Masker scuba dan buff kini tak disarankan untuk digunakan para pengguna KRL. Apa sih alasan kedua masker ini tak lagi diperkenankan untuk dipakai di KRL? Masker scuba tak efektif menangkal Omicron (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Kemenkes RI mendeteksi kasus transmisi lokal Omicron pertama di Indonesia. Total kasus Omicron saat ini menjadi 68 orang, sebagian besar merupakan kasus impor meski tak dipungkiri ada kemungkinan transmisi lokal sudah lebih banyak dari yang dilaporkan.

Kemenkes menyebutkan bahwa pasien transmisi lokal yang terdeteksi baru-baru ini merupakan seorang pria berusia 37 tahun asal Medan. Ia terkonfirmasi positif COVID-19 varian Omicron pada 26 Desember 2021.

Untuk mencegah agar tidak terpapar dari varian baru COVID-19, masyarakat harus tetap waspada dan mematuhi protokol kesehatan. Berikut ini jenis masker yang tidak dianjurkan sebagai upaya pencegahan terinfeksi varian Omicron.

Masker kain tak berjenis katun

Masker kain dengan jenis bahan di luar katun tidak disarankan oleh dokter. Masker kain yang aman untuk dipakai sehari-hari setidaknya memiliki tiga lapis berbahan katun, karena mempunyai pori-pori yang rapat.

Masker kain yang menggunakan bahan lain umumnya tidak memiliki pori-pori serapat katun. Ini akan berbahaya bagi pengguna.

"Karena setiap lekukan itu kan bisa menampung kuman dari luar, makanya kebersihannya harus dijaga," dokter spesialis paru RS Persahabatan, dr Diah Handayani, SpP.

Masker buff

Ternyata masker buff juga tidak disarankan untuk digunakan. University of Duke melakukan analisis terkait seberapa efektif jenis masker melindungi diri dari paparan COVID-19.

Hasil dari studi mereka menunjukkan bahwa masker buff yang sering dipakai oleh pengendara motor adalah jenis masker yang paling tak efektif, lantaran tak bisa menahan droplet ketika berbicara.

"Kami menghubungkan ini dengan...tekstil memecah partikel-partikel besar menjadi banyak partikel kecil," jelas dr Martin Fischer, ahli kimia, fisikawan dan penulis studi, dikutip dari laman CNBC.

Para ahli pun menyebut memakai masker sendiri buff bisa lebih berisiko tinggi menularkan COVID-19 karena lebih banyak droplet yang tak tersaring. Bahkan, bahan masker buff disebut dapat memecah droplet menjadi partikel lebih kecil.

Simak Video 'Seperti Apa Gejala Virus Covid-19 Varian Omicron?':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2