ADVERTISEMENT

Selasa, 04 Jan 2022 12:45 WIB

Kinan di Serial Layangan Putus Alami Preeklampsia, Ini Dampaknya Bagi Bumil

Atilah Tia Abelta - detikHealth
5 Tips Diet Putri Marino hingga Sukses Turun BB 10 Kg Putri Marino, pemeran Kinan di serial Layangan Putus (Foto: Instagram @putrimarino)
Jakarta -

Saat ini serial Layangan Putus tengah ramai dibicarakan banyak orang. Serial drama yang menguras emosi ini pun telah memasuki puncak konflik. Tak hanya itu, salah satu pemeran utamanya bernama Kinan mengalami preeklampsia.

Serial drama ini menceritakan kisah rumah tangga Aris (Reza Rahardian) dan Kinan (Putri Marino) yang harus berantakan karena kehadiran orang ketiga yaitu Lydia (Anya Geraldine). Saat mengetahui perselingkuhan suaminya itu, Kinan sedang hamil besar.

Dalam salah satu episode diceritakan Kinan mengalami tekanan darah tinggi saat hamil anak keduanya. Kondisi ini sangat berbahaya karena bisa mengakibatkan preeklampsia.

Apa itu preeklampsia?

Staf Medis Women Health Service RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo, dr. Ilham Utama Surya, SpOG, mengatakan bahwa preeklampsia adalah kelainan pada kehamilan yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah dan banyak protein dalam urine pada usia kehamilan lebih dari 20 minggu.

"Kematian akibat sindrom preeklampsia dalam kehamilan adalah sebesar 27,1 persen dan penyebab kematian nomor 1 ibu di Indonesia," kata dokter Ilham kepada HaiBunda, beberapa waktu lalu.

Gejala preeklampsia

Preeklampsia yang terjadi pada ibu hamil bisa dikenali saat muncul gejala selama kehamilan. Berikut gejala preeklampsia:

  • Tekanan darah >140/90 mmHg
  • Proteinuria Trombositopenia
  • Gangguan ginjal kreatinin> 1,1 mg/dl
  • Gangguan fungsi hati peningkatan enzim transaminase 2x
  • Edema paru
  • Keluhan sakit kepala, pandangan kabur, nyeri ulu hati, mual, dan muntah

Pencegahan preeklampsia

Untuk mencegah preeklampsia pada masa kehamilan, Ibu hamil dapat mengonsumsi kalsium dan aspirin dosis rendah.

"Menurut Cochrane, kalsium terbukti menurunkan angka kejadian preeklampsia. Sementara itu, dari penelitian Rolnik dijelaskan bahwa efektivitas pemberian aspirin dosis rendah sejak trimester satu menurunkan angka kejadian preeklampsia sebanyak 60 persen," jelas dokter Ilham.

Lalu, apa dampak atau bahaya preeklampsia bagi ibu hamil maupun janinnya?

KLIK DI SINI UNTUK KE HALAMAN SELANJUTNYA



Simak Video "Hal yang Harus Diperhatikan Dalam Menjalani Intermittent Fasting"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT