Rabu, 05 Jan 2022 14:16 WIB

Biang Kerok COVID-19 AS Naik Gila-gilaan, Tembus 1 Juta dalam Sehari

Ayunda Septiani - detikHealth
Amerika Serikat (AS) melaporkan lebih dari 441.000 kasus virus Coronadalam sehari. Lonjakan kasus ini tercatat sebagai yang tertinggi sejak pandemi merebak di AS. Ini biang kerok Corona di AS tembus 1 juta kasus dalam sehari. (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Kasus Omicron terus meningkat setiap harinya. Adanya varian tersebut menjadi salah satu pemicu ledakan kasus COVID-19 di Amerika Serikat (AS) yang menembus satu juta kasus perhari.

Data Universitas Johns Hopkins (JHU) menunjukkan AS mencatat ada 1.082.549 kasus harian per Senin, (3/1/2022) waktu setempat. Pusat Pengendalian Penyakit Menular AS atau CDC mengatakan dari jumlah kasus tersebut, varian Omicron berkontribusi sebanyak 95 persen.

"CDC secara teratur mengumpulkan spesimen virus penyebab Covid dan menganalisis urutan genetik untuk mengidentifikasi varian baru dan menentukan jenis virus mana yang beredar di AS," dikutip dari laman CNBC.

Kenaikan infeksi ini sendiri menunjukkan seberapa besar kekuatan varian dengan 32 mutasi itu dalam penyebarannya. Pada awal Desember lalu, Omicron mewakili kurang dari 1 persen dari kasus yang disequencing.

Sementara Delta menyumbang 99 persen dari kasus yang disequencing. Kali ini, Delta hanya berkontribusi sebanyak 4,6 persen saja.

Ledakan kasus Omicron disebut-sebut disebabkan oleh kemampuannya untuk menghindari sebagian dari kekebalan yang dihasilkan oleh vaksin. Beberapa studi pun menyebut bahwa virus ini dapat menginfeksi warga yang belum mendapatkan dosis vaksin booster.

Meski begitu, Presiden AS Joe Biden mengatakan bahwa kebanyakan kasus yang melibatkan infeksi varian ini hanya diiringi gejala yang sangat ringan. Ia mengklaim hal ini berkat bantuan dari vaksin.

"Anda masih bisa terkena COVID-19, tetapi sangat tidak mungkin, sangat tidak mungkin, Anda akan menjadi sakit parah," kata Biden dalam konferensi pers Selasa (4/1/2022).

"Kami melihat kasus COVID-19 di antara tempat kerja yang divaksinasi di seluruh Amerika, termasuk di sini di Gedung Putih, tetapi jika Anda divaksinasi dan ditingkatkan, Anda sangat terlindungi."

Hingga saat ini, AS masih menjadi negara dengan kasus COVID-19 tertinggi di dunia. AS melaporkan 57 juta kasus infeksi virus itu dengan 828 ribu kematian sejak Covid-19 memasuki wilayahnya.



Simak Video "Dokter Paru Jelaskan Alasan 89% Gejala Omicron Batuk Kering"
[Gambas:Video 20detik]
(ayd/naf)