ADVERTISEMENT

Kamis, 06 Jan 2022 17:00 WIB

ITAGI Bicara Kemungkinan Vaksin Booster Diberikan Setengah Dosis

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Program vaksinasi massal di Tangerang terus dilakukan. Vaksinasi COVID-19 kini sasar orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan individu berkebutuhan khusus (IBK). Vaksin booster jadi diberikan setengah dosis? (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta -

Ketua Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), Profesor Dr dr Sri Rezeki Hadinegoro, SpA(K) bicara soal kemungkinan vaksin booster diberikan setengah dosis. Hal ini sebelumnya diutarakan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, mengacu pada riset di Pusat dan Pengendalian Pencegahan Penyakit Menular Amerika Serikat (CDC).

Menkes kala itu menyoroti pemberian vaksinasi booster setengah dosis khususnya vaksin Moderna, diberikan karena kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) atau efek samping yang cukup kuat.

Namun, Prof Sri masih menganalisis lebih lanjut pemberian setengah dosis vaksin booster tersebut.

"Masih menunggu hasil penelitian ya. Belum selesai," tegas Prof Sri saat dihubungi detikcom Kamis (6/1/2022).

Menurut keterangan Budi, riset dan penelitian tersebut ditargetkan rampung selambatnya 10 Januari, agar vaksinasi booster bisa dimulai sesuai target Presiden Joko Widodo yakni 12 Januari.

"Sekarang ITAGI tengah melakukan riset, mudah-mudahan selesai di tanggal 10 Januari, kalau kemudian untuk vaksin Pfizer dan Moderna memang half doses dan full doses tidak ada beda dari sisi efektivitasnya," tambah Menkes.

Sebelumnya, Ketua Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito menekankan akan memberikan izin darurat awal pekan ini. Namun, hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan lebih lanjut kapan izin vaksinasi booster akan diberikan.

Adapun vaksin COVID-19 yang akan disetujui kemungkinan dengan teknis homologous, yakni menerima jenis vaksin COVID-19 serupa dengan dosis pertama dan dosis kedua.

"Masih proses. Ada vaksin Sinovac, Pfizer, AstraZeneca, dan Sinopharm," beber Penny saat dihubungi detikcom beberapa waktu lalu.



Simak Video "Eropa Rekomendasikan Booster Kedua untuk Lansia dan Kelompok Rentan"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT