Minggu, 09 Jan 2022 17:34 WIB

Omicron Jadi 318 Kasus, RI Tutup Pintu untuk WNA dari 14 Negara Ini

Ayunda Septiani - detikHealth
Ilustrasi (Foto: (dok Agoda))
Jakarta -

Kasus varian Omicron terus meningkat. Data terbaru melaporkan jumlah kasus COVID-19 secara global telah menyentuh angka 300 juta kasus per 7 Januari 2022. Aaat Saat ini sudah lebih dari 110 negara yang mengonfirmasi temuan Omicron di wilayahnya.

Adanya tren lonjakan kasus COVID-19 Omicron membuat pemerintah mengambil langkah antisipasi dengan menutup sementara waktu masuknya WNA ke Indonesia baik secara langsung maupun transit dan atau sebelumnya pernah tinggal dalam kurun waktu 14 hari terakhir. Terlebih, kasus Omicron di Indonesia dari pelaku perjalanan terus bertambah.

Aturan ini tertuang dalam SE Satgas Penanganan COVID-19 Nomor 1 Tahun 2022 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Luar Negeri Pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), yang mulai berlaku efektif pada tanggal 7 Januari 2022 sampai waktu yang tidak ditentukan.

Berikut daftar negara berdasarkan masing-masing kriteria:

Telah mengonfirmasi adanya transmisi komunitas varian baru SARS CoV-2 B. 1.1.529:
Afrika Selatan
Botswana
Norwegia
Perancis

Secara geografis berdekatan dengan negara transmisi komunitas kasus varian baru B. 1.1.529:

Angola
Zambia
Zimbabwe
Malawi
Mozambique
Namibia
Eswatini
Lesotho

Jumlah kasus konfirmasi SARS-CoV-2 B. 1.1.529 lebih dari 10.000 kasus:

Inggris
Denmark

Namun, ada pengecualian berlaku bagi WNA yang memiliki visa diplomatik dan dinas yang terkait dengan kunjungan resmi atau kenegaraan yang masuk ke Indonesia dengan skema Travel Corridor Arrangement, delegasi negara anggota G20, WNA dibawah 15 tahun, WNA yang dalam 14 hari terakhir tidak memiliki riwayat perjalanan ke 14 negara di atas, WNA yang belum bisa vaksin karena ada penyakit penyerta, pemegang KITAS dan KITAP.

Sedangkan untuk WNI yang melakukan perjalanan ke luar negeri tetap diperbolehkan masuk ke Indonesia dengan catatan harus memenuhi syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.



Simak Video "Dokter Paru Jelaskan Alasan 89% Gejala Omicron Batuk Kering"
[Gambas:Video 20detik]
(ayd/naf)