Senin, 10 Jan 2022 08:04 WIB

Sudah Ada 31 Transmisi Lokal Omicron RI, Please Stop Pakai Masker Seperti Ini!

Ayunda Septiani - detikHealth
Portrait of young woman putting on a protective mask for coronavirus isolation Foto: iStock
Jakarta -

Kasus Omicron di Indonesia terus meningkat, kini jumlahnya mencapai 414 orang. Kementerian Kesehatan RI mengumumkan penambahan kasus COVID-19 ini mencakup 31 kasus transmisi lokal.

Kasus Omicron di Indonesia sejauh ini masih didominasi imported cases, terutama dari Turki dan Arab Saudi. Seluruh kasus varian Omicron yang ditemukan umumnya sudah divaksinasi lengkap.

Untuk mencegah terpapar dari varian baru COVID-19, masyarakat harus tetap waspada dan mematuhi protokol kesehatan. Berikut ini jenis masker yang tak dianjurkan sebagai upaya pencegahan terinfeksi varian Omicron.

Masker katup

Ahli pernapasan dari RS Paru Persahabatan dr Agus Dwi Susanto, Sp P(K) mengatakan masker katup berbahaya jika digunakan oleh masyarakat.

"Masker katup itu hembusan napas dari pemakai keluar, sehingga kalau memakai masker katup itu sakit COVID-19, maka udara yang keluar dari masker membahayakan sekitarnya, jadi tidak disarankan," ujar dr Agus Dwi Susanto, Sp P(K), kepada detikcom, Sabtu (27/11/2021).

Masker kain tak berjenis katun

Masker kain dengan jenis bahan di luar katun tak disarankan oleh dokter. Masker kain yang aman untuk dipakai sehari-hari setidaknya memiliki tiga lapis berbahan katun, sebab mempunyai pori-pori yang rapat.

Masker kain yang menggunakan bahan lain umumnya tidak memiliki pori-pori serapat kain katun. Ini akan berbahaya bagi pengguna.

"Karena setiap lekukan itu kan bisa menampung kuman dari luar, makanya kebersihannya harus dijaga," dokter spesialis paru RS Persahabatan, dr Diah Handayani, SpP.

Masker buff

Ternyata masker buff juga tak disarankan lho. University of Duke melakukan analisis terkait seberapa efektif jenis masker melindungi diri dari paparan COVID-19.

Hasil dari studi tersebut mereka menunjukkan bahwa masker buff yang sering dipakai oleh pengendara motor adalah jenis masker yang paling tak efektif, lantaran tak bisa menahan droplet ketika berbicara.

"Kami menghubungkan ini dengan...tekstil memecah partikel-partikel besar menjadi banyak partikel kecil," jelas dr Martin Fischer, ahli kimia, fisikawan dan penulis studi, dikutip dari laman CNBC.

Para ahli pun menyebut memakai masker buff dapat lebih berisiko tinggi menularkan COVID-19 karena lebih banyak droplet yang tak tersaring. Bahkan, bahan masker buff pun disebut dapat memecah droplet menjadi partikel lebih kecil.

Lalu, masker jenis apa yang disarankan? Simak halaman berikutnya.

Simak Video 'Jenis Masker yang Sangat Efektif Menurut Profesor Inggris':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2
dMentor
×
Rahasia S3 Marketing di Media Sosial
Rahasia S3 Marketing di Media Sosial Selengkapnya