Senin, 10 Jan 2022 12:25 WIB

Warga +62 Paling Banyak Vaksin Sinovac, Booster-nya Bisa Pakai Apa?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Sepekan terakhir ini dunia informasi media ramai diwarnai oleh berita banjir bandang yang terjadi di Sukabumi hingga pidato Presiden Jokowi di Sidang PBB. Vaksin Sinovac. (Foto: Getty Images/Kevin Frayer)
Jakarta -

Badan Pengawas Obat dan Makanan RI (BPOM) baru saja mengeluarkan izin penggunaan darurat untuk lima jenis vaksin COVID-19 sebagai booster atau vaksin tambahan. Salah satu vaksin yang mendapat EUA sebagai booster adalah CoronaVac, vaksin Corona yang diproduksi Sinovac.

"CoronaVac yang akan diberikan sebanyak 1 dosis setelah 6 bulan untuk usia 18 tahun," kata Kepala BPOM Penny K Lukito dalam konferensi pers, Senin (10/1/2022).

Sejauh ini, skema pemberian vaksin booster untuk penerima Sinovac masih homologous atau penyuntikan dosis ketiga dengan merek yang sama dengan dua dosis sebelumnya. Untuk skema heterologous atau penyuntikan dosis ketiga dengan merek yang berbeda, Penny mengatakan BPOM masih melakukan kajian.

"Sinovac kan yang paling banyak digunakan masyarakat, yang sedang kita tunggu itu booster Sinovac, Pfizer, AstraZeneca dengan primernya Sinovac," beber Penny.

Selain vaksin Sinovac, ada jenis vaksin COVID-19 lain yang diberikan izin penggunaan darurat untuk booster yakni:

  • AstraZeneca
  • Pfizer
  • Moderna
  • Zifivax


Simak Video "Kemenkes Bolehkan Vaksin Sinovac Jadi Pilihan Booster Halal"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)