Senin, 10 Jan 2022 14:00 WIB

BPOM RI Juga Setujui Pil COVID-19 Molnupiravir untuk Pasien Corona

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Viostin DS dan Enzyplex Ditarik Dari Peredaran

Kepala Bada Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito melakukan jumpa pers terkait perkembangan kasus pelanggaran produk Viostin DS dan Enzyplex yang mengandung DNA babi di Jakarta, Senin (5/6/2018). Dalam hasil penyelidikan BPOM, kedua produk tersebut positif mengandung DNA babi. Atas temuan ini kedua produk tersebut ditarik dari peredaran. Grandyos Zafna/detikcom BPOM RI setujui Molnupiravir. (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta -

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) Penny K Lukito menyebut sudah memberikan izin penggunaan obat pil COVID-19 Molnupiravir, besutan farmasi Amerika Serikat Merck and Co. Obat COVID-19 ini diyakini bisa mengurangi risiko keparahan dan kematian akibat terpapar COVID-19.

"Molnupiravir sudah mendapat izin penggunaan darurat (EUA) BPOM RI," beber Penny saat ditemui detikcom di kantor BPOM RI, Jakarta Pusat Senin (9/1/2022).

Penny tak merinci kapan izin Molnupiravir diberikan. Namun, Kementerian Kesehatan RI sebelumnya mengungkap obat pil COVID-19 tersebut akan diberikan kepada pasien COVID-19 bergejala ringan termasuk yang terpapar varian Omicron.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebelumnya Molnupiravir sudah tiba per Senin (3/1/2022). Adapun dosis obat atau pil COVID-19 tersebut akan diberikan jika terjadi peningkatan kasus yang signifikan.

Budi mengklaim, obat ini bisa menekan risiko naiknya laju keterisian pasien di rumah sakit.

"Hari ini kita akan datang Molnupiravir impor. Jadi kita akan simpan dulu, jadi kalau nanti ada apa-apa kita sudah siapkan obatnya," terang Menkes Budi Gunadi dalam Rapat Terbatas Evaluasi PPKM, disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Senin (3/1/2022).

"Ini (Molnupiravir) terbukti bisa mengurangi laju masuknya ke rumah sakit untuk orang-orang yang terkena COVID yang saturasinya masih di atas 94 persen," tambah Menkes Budi.



Simak Video "Kata Satgas soal Vaksin Covid-19 Umat Islam Akan Diganti yang Halal"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)