Senin, 10 Jan 2022 18:32 WIB

Luhut: Jangan ke Luar Negeri 2-3 Pekan ke Depan, Tak Perlu Bawa Penyakit ke RI

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Rapat Koordinasi Nasional Percepatan Pengembangan Lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas Tahun 2021” yang diselenggarakkan Kemenkomarves, Rabu (1/12/2021). Luhut meminta masyarakat tak ke luar negeri selama tiga pekan ke depan, di tengah peningkatan kasus Omicron. (Foto: Kemenparekraf)
Jakarta -

Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Luhut Binsar Pandjaitan mengingatkan masyarakat Indonesia untuk tidak ke luar negeri selama tiga pekan ke depan. Pasalnya, tren kenaikan kasus Corona di Indonesia yang belakangan dilaporkan, terjadi karena kasus infeksi Omicron pelaku perjalanan luar negeri terus melonjak.

Hampir 300 kasus Omicron yang dilaporkan adalah impor. Angka positivity rate Omicron di pelaku perjalanan luar negeri bahkan mencapai 13 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan transmisi lokal Omicron yang hanya berada di angka 0,7 persen,

"Jangan dulu ke luar negeri dalam 3 minggu ke depan ini, supaya mereda dulu di sana sehingga tidak perlu kembali lagi ke sini bawa penyakit," beber Luhut dalam konferensi pers Senin (10/1/2022.

"Walaupun (Omicron) tidak berbahaya, kalau kena-nya ramai-ramai ya bisa berbahaya," sambungnya.

Luhut juga mewanti-wanti jika tetap melakukan perjalanan internasional karena mendesak, wajib melakukan aturan karantina sebagaimana mestinya. Tak ada dispensasi bagi siapapun termasuk para pejabat.

"Patuh protokol kesehatan 7 hari karantina. Jangan minta dispensasi kiri kanan, saya, ini pak Budi (Menkes), Airlangga (Menko) juga semua melaksanakan itu," pungkas dia.



Simak Video "Faktor yang Memengaruhi Keparahan Pasien Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)