Selasa, 11 Jan 2022 09:24 WIB

Deltacron Bikin Heboh, Beneran Varian Baru atau Kesalahan di Lab?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Virus In Red Background - Microbiology And Virology Concept Deltacron disebut hanya kesalahan pada laboratorium. (Foto: Getty Images/iStockphoto/loops7)
Jakarta -

Seorang peneliti di Siprus mengklaim telah menemukan varian virus Corona baru yang menggabungkan karakteristik Delta dan Omicron. Leonidos Kostrikis dan timnya telah mengidentifikasi 25 kasus Deltacron ini.

Kostrikis, profesor ilmu biologi di Universitas Siprus, menyebut strain dinamakan 'Deltacron' lantaran tanda genetik mirip Omicron berada di dalam genom varian Delta.

Omicron sangat menular dan telah menjadi varian dominan SARS-CoV-2 di banyak negara, termasuk Inggris dan AS. Delta adalah varian dominan di seluruh dunia selama musim panas. Pasien yang terinfeksi memiliki risiko rawat inap yang jauh lebih tinggi daripada mereka yang memiliki varian virus alfa.

"Kita akan melihat di masa depan jika jenis ini lebih lebih menular atau apakah akan bertahan," kata Kostrikis.

Munculnya varian yang berpotensi menyebar secepat Omicron atau menyebabkan kasus yang lebih parah menimbulkan kekhawatiran saat pertama kali diangkat. Tetapi para ahli sejak itu mempertanyakan kebenaran temuan Kostrikis.

"Urutan 'Deltacron' Siprus yang dilaporkan oleh beberapa media besar terlihat jelas merupakan kontaminasi," Thomas Peacock, seorang rekan peneliti di Laboratorium Barclay Imperial College London, yang berfokus pada penelitian virus corona, menulis di Twitter.

Jeffrey Barrett, direktur Inisiatif Genomik COVID-19 di Wellcome Sanger Institute yang berbasis di Inggris, mengatakan penelitian yang telah dilakukan lembaganya tentang varian Corona membuatnya yakin tak ada gabungan antara Omicron dan Delta.

"Saya tidak berpikir ada indikator kuat bahwa ini akan menyebabkan masalah besar," katanya.



Simak Video "Kemenkes RI Tegaskan Varian Deltacron Belum Terdeteksi di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)