ADVERTISEMENT

Kamis, 13 Jan 2022 05:12 WIB

Round Up

Prediksi Omicron RI, Capai Puncak Sekitar Februari

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
wooden blocks with the word omicron surrounded by wooden figurines as symbol for covid-19 crisis Omicron di Indonesia (Foto: Getty Images/iStockphoto/Thomas Stockhausen)
Jakarta -

Pemerintah memperkirakan puncak gelombang kasus COVID-19 akibat varian Omicron akan terjadi pada awal Februari 2022. Hal ini diungkapkan oleh Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Luhut Binsar Pandjaitan.

"Dari hasil pengamatan terhadap pengalaman negara lain, puncak varian Omicron mencapai puncak dalam kisaran waktu 40 hari, lebih cepat dari varian Delta," beber Luhut dalam keterangan pers virtual, Rabu (12/1/2022).

"Untuk kasus Indonesia, kita perkirakan puncak gelombang karena Omicron akan terjadi pada awal bulan Februari. Sebagian besar kasus yang terjadi diperkirakan akan bergejala ringan. Sehingga nanti strateginya juga akan berbeda dengan varian Delta," lanjutnya.

Melihat hal itu, Luhut memastikan bahwa pemerintah Indonesia saat ini jauh lebih siap dalam menghadapi potensi gelombang kasus COVID-19. Itu didukung dengan tingkat vaksinasi dan kapasitas testing-tracing yang lebih tinggi dibandingkan puncak gelombang kasus COVID-19 akibat varian Delta.

Selain itu, Luhut mengungkapkan sistem kesehatan kini juga jauh lebih baik. Misalnya seperti ketersediaan tempat tidur, tenaga kesehatan, oksigen, fasilitas isolasi terpusat, hingga obat-obatan termasuk Molnupilavir yang sudah tersedia di Indonesia.

"Dengan berbagai kesiapan tersebut dan belajar dari pengalaman yang lalu, saya yakin kasus tidak akan meningkat setinggi negara lain. Namun, syaratnya kita semua harus disiplin. Saya ulangi kita semua harus disiplin dan kita harus kompak," jelasnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Kasus Omicron RI Capai Angka 882, Tersebar di Mana Saja?"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT