Kamis, 13 Jan 2022 09:31 WIB

Eks Petinggi WHO ungkap Cara Jitu Kendalikan Omicron di Indonesia

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Virus In Red Background - Microbiology And Virology Concept Varian Omicron. (Foto: Getty Images/iStockphoto/loops7)
Jakarta -

Kasus Omicron terus meningkat di dunia dan Indonesia. Tercatat total 506 orang tertular varian Omicron di Indonesia dan 84 pasien di antaranya adalah transmisi lokal.

Mantan Direktur Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Asia Tenggara, Profesor Tjandra Yoga Aditama mengatakan salah satu upaya untuk mengendalikan kasus Omicron di Indonesia adalah dengan mempersiapkan layanan kesehatan bagi pasien.

"Kesiapan pelayanan kesehatan dari primer, sekunder dan tersier harus terus ditingkatkan," bebernya dalam keterangan tertulis, Kamis (13/1/2022).

Selain itu, berikut cara mengendalikan kasus Omicron di Indonesia menurut Prof Tjandra:

Cari sumber transmisi lokal

Transmisi lokal yang sekarang sudah terjadi harus dicari dari mana sumber mereka tertular, bukan hanya menularkan kemana. Kalau tahu sumber awalnya maka bisa di cek kemana saja sumber awal itu sudah menularkan, dan semuanya di isolasi.

Perbanyak tes

Karena banyak kasus yang OTG dan hanya ditemukan waktu tes, maka jumlah tes di populasi harus lebih ditingkatkan, supaya kalau ada OTG ditemukan dan diisolasi agar tidak menularkan ke sekitarnya.

Pengawasan pelaku perjalanan luar negeri

Pengawasan dari luar negeri juga harus terus ketat. Juga melalui mekanisme International Health Regulation (IHR) disampaikan informasi ke negara asal varian Omicron kita agar di negara itu juga dilakukan testing dan tracing dari kemungkinan sumber penular di negara itu. Apalagi kalau ada PMI maka di cek di sana apakah sudah ada penularan di antara mereka

Segerakan vaksin

Masih 43 persen populasi dan 56% lansia belum divaksin memadai (2 kali) maka angka ini harus segera dikejar untuk divaksin semaksimal mungkin. Pemberian booster tentu baik dan segera dimanfaatkan oleh yang sudah mendapat kesempatan ini.

"Pemberian booster jangan sampai mengorbankan upaya pemberian vaksin yang 2 kali yang mutlak amat diperlukan," tegas Prof Tjandra.



Simak Video "WHO Analisis Perilaku Varian Omicron vs Delta"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)