Kamis, 13 Jan 2022 11:32 WIB

Benarkah Omicron Tanda Berakhirnya Pandemi COVID-19? WHO Tegas Bilang Gini

Ayunda Septiani - detikHealth
covid-19 omicron variant vaccination concept Foto: Getty Images/iStockphoto/Teka77
Jakarta -

Direktur Darurat Organisasi Kesehatan Dunia Mike Ryan membantah pernyataan Presiden Brasil Jair Bolsonaro yang mengatakan bahwa varian Omicron yang tersebar luas saat sekarang ini dapat mengakhiri pandemi.

Dalam sebuah wawancara sebelumnya, Bolsonaro mengecilkan ancaman terkait dengan varian baru di Brasil.

Selama konferensi pers di Jenewa, Rabu, 12 Januari 2022, ketika ditanya tentang pernyataan yang dibuat oleh presiden Brasil, Ryan menegaskan bahwa meskipun Omicron tidak menyebabkan sakit parah seperti varian Delta, tapi tidak berarti penyakit ringan.

Ryan menjelaskan, ada banyak orang di seluruh dunia di rumah sakit, di ICU, terengah-engah, yang "jelas membuat sangat jelas bahwa ini bukan penyakit ringan."

"Ini adalah penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin, ini adalah penyakit yang dapat dicegah dengan mengambil pada tingkat yang lebih besar, tindakan pencegahan pribadi yang kuat untuk menghindari infeksi dan mendapatkan vaksinasi," jelas Ryan, dikutip dari laman reuters.

"Banyak yang bisa kita lakukan. Ini bukan saatnya untuk menyerah, ini bukan saatnya untuk menyatakan bahwa ini adalah virus yang bisa diterima. Tidak ada virus yang diterima yang membunuh orang. Terutama ketika kematian dan penderitaan itu dapat dicegah dengan penggunaan vaksinasi yang tepat," katanya.



Simak Video "WHO Minta Masyarakat Tak Sepelekan Varian Omicron"
[Gambas:Video 20detik]
(ayd/up)