Sabtu, 15 Jan 2022 12:43 WIB

5 Faktor yang Bisa Membuat Seseorang Tega Lakukan Kekerasan Seksual pada Anak

Hartaty Varadifa - detikHealth
Poster Foto ilustrasi: Edi Wahyono
Jakarta -

Belakangan ini masyarakat diramaikan terkait kasus kekerasan seksual yang dilakukan oleh seorang guru yaitu Herry Wirawan terhadap 13 muridnya di Bandung yang membuat para korban hamil hingga melahirkan.

Tidak hanya itu, sebelumnya warga net juga digegerkan terkait kasus pemerkosaan seksual yang dilakukan oleh seorang ayah terhadap 3 anak kandungnya di Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Kasus kekerasan seksual memang terus mencuat terlebih kasus yang dilaporkan kerap terjadi di lingkungan pendidikan. Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Retno Listyarti, menjelaskan hal ini terjadi karena disebabkan oleh adanya ketimpangan relasi kuasa antara guru dan murid.

"Adanya relasi kuasa yang timpang. Relasi kuasa guru, atau pendidik atau kepala sekolah atau kepala pesantren ini kemudian dimanfaatkan. Dan anak-anak ini tidak berdaya karena kalau tidak diikuti bisa tidak lulus atau dianggap melawan guru" jelas Retno dalam e-Life yang bertemakan Lingkaran Setan Kekerasan Seksual Anak pada Jumat (14/1/2022).

Lalu kenapa seseorang tega melakukan kekerasan seksual pada anak? Apa penyebabnya?

Psikolog klinis anak dan remaja, Irma Gustiana, dalam program e-Life menyebutkan bahwa terdapat beberapa faktor mengapa pelaku seksual tega melakukannya terhadap anak.

1. Kontrol diri rendah

Faktor pertama yaitu pelaku tidak mampu mengontrol dirinya termasuk emosional.

"Pertama memang individu tersebut memiliki kemampuan kontrol diri yang rendah. Kemampuan dia untuk meregulasi emosi, untuk mengendalikan dirinya itu rendah" ujar Irma.

2. Adanya sikap impulsif

Irma kemudian menjelaskan faktor lain dari kekerasan seksual pada anak adalah pelaku memiliki perilaku impulsif.

"Kemudian ada perilaku impulsif, biasanya kecenderungannya ketika sesuatu yang diinginkan itu tidak didapati ada kegelisahan" sambungnya.

3. Tingkat berpikir rasional yang rendah

Faktor yang ketiga yaitu pelaku biasanya memiliki tingkat kemampuan berpikir yang rendah yang bisa disebabkan oleh stress hingga gangguan jiwa.

"Kemudian pada beberapa individu kemampuan mereka untuk berpikir secara rasional, sebab akibat, problem solving, ini rendah. Bisa terjadi karena karena berbagai hal mungkin karena stres salah satunya".

"Lalu bisa juga karena memang individu tersebut memiliki gangguan. Sehingga membuat dia tidak bisa mengelola dirinya secara sosial' pungkas Irma.

4. Balas dendam terhadap masa lalu

Irma turut menjelaskan beberapa penelitian ternyata menunjukkan bahwa para beberapa pelaku kekerasan seksual pada anak merupakan korban dari masa lalunya atau di masa kecilnya dan kemudian tidak ada penyelesaian secara tuntas.

"Sehingga yang dipelajari atau yang dia hayati di bawah sadarnya bahwa perilaku tersebut merupakan sesuatu yang tepat. Atau mungkin itu sebagai balas dendamnya dia karena secara psikologis ada sesuatu yang terluka secara mendalam" jelasnya.

5. Ada kuasa dan kesempatan

Adanya kuasa serta kesempatan untuk melakukan kekerasan seksual merupakan faktor lainnya yang menjadi salah satu jalan untuk memuaskan hasrat pelaku.

"Ketika dia memiliki kekuasaan lebih, memiliki otonomi yang besar kemudian juga dominan dan superior kemudian ada kesempatan, nah itu jadikan suatu cara bagi dia untuk memuaskan keinginan seksualnya" jelas Irma.



Simak Video "Formula Cegah Kekerasan Seksual Anak di Sekolah"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)