Sabtu, 15 Jan 2022 13:53 WIB

Ini 3 Gejala Varian Omicron yang Sering Dikeluhkan Pasien Indonesia

Hartaty Varadiva - detikHealth
Corona Viruses against Dark Background Foto: Getty Images/loops7
Jakarta -

Kasus Omicron terus mengalami peningkatan, Kementerian Kesehatan RI kembali melaporkan penambahan kasus varian Omicron di Indonesia saat ini mencapai 572 orang hingga Rabu (12/1).

Kemenkes menyebutkan kasus baru Omicron yang terdeteksi berjumlah 66 orang, yang terdiri dari 33 kasus pelaku perjalanan internasional dan 33 orang merupakan transmisi lokal.

"Hampir setengahnya atau sekitar 276 orang telah selesai menjalani isolasi, sedangkan sisanya 296 orang masih isolasi," kata juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi dalam keterangan pers tertulis, Jumat (14/1/2022).

Oleh sebab itu perlu untuk terus menerapkan protokol kesehatan agar terhindar dari gejala infeksi COVID-19 termasuk varian Omicron yang kasusnya terus melonjak.

Lalu apa saja gejala yang sering dirasakan pasien Omicron di Indonesia?

Umumnya gejala yang dialami pasien Omicron merupakan gejala ringan bahkan tidak merasakan gejala apapun. Nadia menyebutkan tidak ada perbedaan karakteristik gejala antara pasien dari luar negeri dengan pasien transmisi lokal.

Tiga gejala yang kerap dikeluhkan oleh pasien Omicron adalah batuk, pilek, dan demam.

"Hampir setengahnya atau sekitar 276 orang telah selesai menjalani isolasi, sedangkan sisanya 296 orang masih isolasi. Dari hasil pemantauan di lapangan, mayoritas gejalanya ringan dan tanpa gejala. Jadi belum butuh perawatan yang serius," jelas dr Nadia dalam keterangan resmi, Jumat (14/1/2022).

Disebut varian Omicron mengalami penambahan kasus sebagian besar disebabkan oleh orang-orang yang melakukan perjalanan luar negeri. Ini berdampak pada lonjakan kasus COVID-19 di Indonesia.

"Dari hasil monitoring yang dilakukan Kemenkes, kasus probable Omicron mulai naik sejak awal tahun 2022. Sebagian besar dari pelaku perjalanan luar negeri, hal ini turut berdampak pada kenaikan kasus harian COVID-19 di Indonesia," ungkap dr Nadia.

Maka dari itu untuk menurunkan kasus COVID-19 terlebih varian Omicron, seluruh pasien wajib menjalani karantina kesehatan. Sebanyak 339 orang menjalani karantina di RSDC Wisma Atlet, sedangkan sisanya dikarantina di RS yang sudah ditentukan oleh Satgas Penanganan COVID-19.



Simak Video "Seperti Apa Gejala Virus Covid-19 Varian Omicron?"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)