Minggu, 16 Jan 2022 10:29 WIB

Omicron RI Jadi 748 Kasus, Banyak Disumbang Wisatawan dari Turki

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Siswa di SDN Jati 01 Pagi, Pulo Gadung, Jakarta Timur, jalani swab tes massal. Tes dilakukan sebagai upaya cegah penyebaran virus Corona di lingkungan sekolah. Ilustrasi Omicron di Indonesia (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Dari 748 kasus varian Omicron di Indonesia, 569 di antaranya adalah kasus impor dari pelaku perjalanan luar negeri. Arab Saudi menjadi negara yang paling banyak menyumbang kasus impor.

"Kedua, Turki, yang umumnya adalah wisatawan," kata juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan RI dr Siti Nadia Tarmizi, dalam simposium 'Combating COVID-19 Pandemic without Boundaries', Minggu (16/1/2022).

Selain mencatat 569 kasus impor, Kemenkes juga mencatat 155 kasus konfirmasi positif varian Omicron dari transmisi lokal. Sementara itu, sebanyak 24 kasus lain masih dalam penyelidikan epidemiologis.

"Kasus probable saat ini kurang lebih 1.800 kasus," kata dr Nadia.

Gejala varian Omicron, menurut dr Nadia, masih didominasi keluhan ringan-sedang. Termasuk di antaranya keluhan batuk-pilek yang umumnya akan sembuh dengan sendirinya.

Negara penyumbang kasus impor Omicron terbanyak di Indonesia:

  • Arab Saudi
  • Turki
  • Amerika Serikat
  • Malaysia
  • Uni Emirate Arab

Simak juga 'Epidemiolog Nilai Tutup Pintu Internasional untuk Cegah Omicron Tak Tepat, Kenapa?':

[Gambas:Video 20detik]



(up/up)