Jumat, 21 Jan 2022 07:33 WIB

Luhut Minta Warga Bersiap Hadapi Gelombang Omicron: Teater Perang Sesungguhnya

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Rapat Koordinasi Nasional Percepatan Pengembangan Lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas Tahun 2021” yang diselenggarakkan Kemenkomarves, Rabu (1/12/2021). Luhut minta masyarakat Indonesia bersiap menghadapi gelombang Omicron. (Foto: Kemenparekraf)
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan meminta masyarakat Indonesia bersiap menghadapi gelombang Omicron. Tren kenaikan kasus Omicron mulai terlihat, terutama di Jabodetabek.

Meski angka kematian COVID-19 hingga kini masih bisa ditekan, risiko peningkatan seperti yang terjadi di beberapa negara wajib diwaspadai. Pengalaman negara lain, perawatan di RS dan angka kematian ikut meningkat saat kasus Omicron naik berkali-kali lipat.

"Upaya flattening the curve atau memperlandai kenaikan kasus positif, harus dilakukan untuk mengurangi beban sistem kesehatan. Kuncinya adalah penegakan protokol kesehatan dan akselerasi vaksinasi di tiap daerah," tutur Menko Luhut dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom Jumat (21/1/2022).

"Hari ini teater perang sesungguhnya akibat peningkatan kasus terjadi di wilayah Jabodetabek, untuk itu saya minta provinsi DKI, Banten, dan Jawa Barat agar segera mengakselerasi vaksinasi booster." ujarnya, mendesak cakupan vaksinasi booster ditingkatkan.

Peningkatan kasus Omicron di Jabodetabek bisa berisiko memicu penyebaran ke provinsi lain lantaran Jabodetabek adalah pusat mobilitas. Karenanya, Luhut meminta warga di provinsi lain tetap bersiap meskipun belum melihat tren peningkatan.

Berdasarkan catatan Kementerian Kesehatan RI hingga Senin (17/1) sudah ada 170.095 orang yang disuntik booster. Cakupan vaksinasi booster terbanyak adalah Jawa Barat yakni 40.175 orang, disusul Jawa Timur 25.984 orang, DKI Jakarta 25.660.



Simak Video "Dokter Paru Jelaskan Alasan 89% Gejala Omicron Batuk Kering"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)