Sabtu, 22 Jan 2022 05:00 WIB

Round Up

Mirip Placebo, Nocebo Disebut Picu Efek Samping Vaksin COVID-19

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Vaksinasi COVID-19 terus dilakukan. Salah satunya diberikan untuk warga negara asing (WNA) yang tinggal di Jakarta. Nocebo banyak dikaitkan dengan efek samping COVID-19 (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Disebut-sebut sebagai pemicu dua pertiga efek samping vaksin COVID-19, nocebo adalah efek semacam placebo atau plasebo yang muncul karena pengaruh pikiran. Bedanya, placebo umumnya memberikan efek positif sedangkan nocebo efeknya cenderung negatif.

Sebuah penelitian menyebut, lebih dari dua pertiga efek samping vaksin COVID-19 sebenarnya adalah 'nocebo effect' dan tidak benar-benar merupakan efek vaksin COVID-19.

Seperti apa itu nocebo?

Adalah para ilmuwan di Beth Israel Deaconess Medical Center (BIDMC) di Boston yang membandingkan efek samping pada penerima vaksin, dengan penerima plasebo atau suntikan kosong. Dalam penelitiannya, mereka menganalisis 12 temuan uji klinis vaksin COVID-19 dan menemukan efek samping pada 22.578 penerima plasebo dan 22.802 penerima vaksin.

Hasil analisis menunjukkan, lebih banyak penerima vaksin COVID-19 yang mengalami efek tidak diharapkan. Meski demikian, hampir sepertiga penerima placebo juga mengalami salah satu di antara keluhan letih dan sakit kepala.

"Gejala non spesifik seperti letih dan sakit kepala yang kami amati sensitif terhadap nocebo, masuk daftar reaksi tidak diharapkan yang paling umum setelah vaksin COVID-19 di banyak leaaflet informasi," kata Dr Ted J Kaptchuk dari Harvard Medical School yang turut melakukan penelitian, dikutip dari Euronews.

"Bukti menunjukkan informasi semacam itu mungkin membuat orang salah mengaitkan sensasi sehari-hari yang umum sebagai dampak vaksin atau menyebabkan kegelisahan dan kekhawatiran yang membuat orang 'hyper-alert' terhadap perasaan di tubuh terkait efek samping," jelasnya.

Apa dampak efek nocebo?

Lebih dar 35 persen penerima placebo mengalami efek samping sistemik pada suntikan pertama, terbanyak adalah sakit kepala yakni 19,6 persen dan letih sebanyak 16,7 persen. Sekitar 16 persen lainnya mengalami efek samping lokal seperti nyeri di tempat suntikan, bengkak dan kemerahan.

Sebagai perbandingan, 46 persen penerima suntikan pertama vaksin mengalami sedikitnya satu efek samping sistemik dan dua pertiga mengalami setidaknya satu efek samping lokal.

Jadi, pasien perlu dikasih tahu nggak?

Simpelnya, nocebo muncul karena pasien kepikiran atas informasi efek samping yang diinformasikan. Jadi, apakah sebaiknya tidak perlu diinformasikan? Menurut Kaptchuk, efek samping bagaimanapun tetap harus diinformasikan.

"Kedokteran adalah tentang kepercayaan," katanya.

"Temuan kami menunjukkan bahwa menginformasikan kepada publik terkait kemungkinan respons nocebo bisa membantu mengurangi kekhawatiran tentang vaksin COVID-19, yang bisa mengurangi keengganan menerima vaksin," jelasnya.



Simak Video "Nocebo, Efek Samping yang Dirasakan Usai Vaksin Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)