Sabtu, 22 Jan 2022 22:30 WIB

Gelombang Omicron Singapura Diprediksi Lampaui 15 Ribu Kasus Per Hari

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Varian Omicron telah menyebar ke sejumlah negara Asia dan Australia. Ini deretan negara tetangga RI yang lapor dan deteksi munculnya varian Omicron di negaranya Corona di Singapura. (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Singapura kemungkinan besar akan segera menghadapi gelombang COVID-19 varian Omicron. Pasalnya, 70 persen kasus dari total infeksi COVID-19 di Singapura adalah varian Omicron.

Lantaran sudah mulai mendominasi, proporsi kasus COVID-19 Omicron ke depan bisa mencapai 90 persen dari total kasus yang dilaporkan. Per Jumat (21/1) saja, total kasus melonjak mnejadi 3.155, 2.794 di antaranya kasus lokal dan 361 kasus impor. Per Kamis sebelumnya, 'hanya' mencatat 1.472 kasus.

"Kenyataannya, proporsinya cenderung lebih tinggi, mungkin mendekati 90 persen atau lebih. Omicron jelas mendominasi varian Delta di Singapura," kata gugus tugas multi-kementerian Gan Kim Yong pada konferensi pers, dikutip dari Channel News Asia.

Kementerian Kesehatan mengingatkan infeksi COVID-19 Omicron bisa berlipat ganda. Angkanya kemungkinan akan melonjak hingga melampaui 15 ribu kasus per hari.

"Mengingat varian Omicron lebih menular, kemungkinan kita akan segera melihat gelombang yang signifikan. Kasus bisa berlipat ganda setiap dua hingga tiga hari dan bisa mencapai 10.000 hingga 15.000, atau bahkan lebih, per hari," kata kementerian itu dalam rilis media.

Meski begitu, sebagian besar kasus Omicron bergejala ringan. Terutama mereka yang sudah divaksinasi lengkap dan yang menerima vaksinasi booster.

"Persentase mereka yang membutuhkan suplementasi oksigen, perawatan intensif atau meninggal jauh lebih rendah daripada saat gelombang Delta. Ini sejalan dengan pengalaman negara-negara lain seperti Afrika Selatan dan Inggris," ungkap Gan.

Mengingat tingkat keparahan Omicron yang lebih rendah, Depkes Singapura memusatkan perhatiannya pada jumlah pasien di unit perawatan intensif daripada jumlah kasus baru.

"Namun demikian,transmisibilitas Omicron yang lebih tinggimmenunjukkan bahwa kita tidak dapat lengah, karena peningkatan jumlah kasus secara keseluruhan yang tidak terkendali masih dapat mendorong penerimaan rumah sakit danICU ke tingkat yang tidak dapat dikelola," tambahnya.



Simak Video "Komunitas Relawan di Shanghai Turun Tangan Bantu Warga yang Karantina"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)