Minggu, 23 Jan 2022 05:47 WIB

Penyebab Kematian Meat Loaf Terungkap, Disebut Sakit Berat karena COVID-19

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
LONDON, ENGLAND - APRIL 19:  Meat Loaf poses before his signing session at HMV Oxford Street on April 19, 2010 in London, England.  (Photo by Gareth Cattermole/Getty Images) Meat Loaf (Foto: Getty Images/Gareth Cattermole)
Jakarta -

Musisi gaek Meat Loaf meninggal di usia 74 tahun baru-baru ini. Penyebab kematiannya diungkap, pemilik nama asli Michael Lee Aday tersebut meninggal setelah bergelut dengan COVID-19.

Pelantun I'd Do Anything For Love (But I Won't Do That) tersebut meninggal pada Kamis (13/1/2022). Ia meninggal didampongi istri dan dua anak perempuannya.

Dikabarkan oleh TMZ, Meat Loaf seharusnya mengikuti makan malam awal pekan lalu. Namun acara tersebut dibatalkan karena mendadak ia sakit serius karena COVID-19.

"Sumber mengatakan kondisinya dengan cepat menjadi kritis," tulis TMZ.

Meski demikian, belum ada konfirmasi dari pihak keluarga terkait klaim tersebut.

Sebelumnya, beberapa kali kondisi kesehatannya mendapat sorotan. Dalam wawancara dengan People, ia mengaku bergelut dengan kesehatan mental, sempat mengalami kecanduan alkohol dan harus menjalani psikoterapi.

Dalam beberapa kesempatan, ia juga pernah kolaps di atas panggung. Salah satunya dalam show di London pada 2003, setelah didiagnosis mengidap Wolff-Parkinson-White Syndrome.

"Banyak orang terlahir dengan kondisi ini dan bisa hidup sepanjang hayat tanpa menyadarinya," katanya dalam sebuah pernyataan.

Meat Loaf disebut juga menjalani operasi jantung yang berdampak pada koordinasi gerak sinyal elektrik yang menuju jantung. Dampaknya, denyut jantungnya mengalami ketidaknormalan.



Simak Video "Komunitas Relawan di Shanghai Turun Tangan Bantu Warga yang Karantina"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)