Selasa, 25 Jan 2022 05:44 WIB

Round Up

Beda Gejala Omicron Vs Delta, Dokter Paru Ungkap Keluhan Terbanyak Pasien RI

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
SDN Jati 01 Pagi, Pulo Gadung, Jakarta Timur, gelar swab PCR massal yang diikuti para guru. Hal itu dilakukan guna cegah penyebaran Corona di lingkungan sekolah Gejala varian Omicron (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Berbeda dengan gejala pada varian Delta, demam tidak lagi mendominasi gejala pada varian Omicron. Batuk kering disebut sebagai 'entry point' yang paling sering ditemukan.

Hal ini diungkap Ketua Pokja Infeksi Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dr Erlina Burhan dalam konferensi pers, Senin (24/1/2022).

"Ternyata sekarang batuk merupakan entry point-nya. Dulu Delta 80 persen demam, ini gejala terbanyak pasien Omicron batuk kering," terangnya.

Menurut dr Erlina, varian Omicron bereplikasi paling banyak di saluran napas. Karenanya, keluhan yang muncul paling banyak di sekitar tenggorokan seperti batuk dan nyeri di tenggorokan.

Lebih lanjut, dokter paru di RSUP Persahabatan ini mengungkap gejala yang ditemukan pada 17 pasien di RS tersebut.

  • Batuk kering: 7 atau 63 persen
  • Nyeri tenggorokan: 6 atau 54 persen
  • Pilek: 3 atau 27 persen
  • Sakit kepala: 4 atau 36 persen
  • Nyeri perut: 1
  • Demam: 2 atau 18 persen

Beberapa penyakit komorbid yang ditemukan pada pasien antara lain hipertensi, diabetes, dan asma. Risiko mengalami gejala lebih berat dan bahkan mengancam nyawa dialami pasien dengan komorbid.

"Kalau punya komorbid, lanjut usia, ada gejala Omicron seperti nyeri tenggorokan, batuk, lemah, lesu, segera memeriksakan diri. Kalau terkonfirmasi positif, lansia dan komorbid saya kira sebaiknya dirawat," pesan dr Erlina.

Saksikan juga: 'Terbelenggu Pacar Benalu'

[Gambas:Video 20detik]



(up/up)