ADVERTISEMENT

Selasa, 25 Jan 2022 06:35 WIB

Efek Trauma Toxic Relationship: Aku Ini Layak Nggak Sih untuk Dicintai?

20detik - detikHealth
Jakarta -

Hubungan beracun atau toxic bisa meninggalkan luka batin yang dalam bagi seseorang. Bahkan, hal ini juga bisa menyebabkan trauma memulai hubungan baru.

Salah satu efek dari hubungan toxic adalah munculnya trust issue. Hal ini membuat seseorang sulit percaya pada orang lain atau bahkan diri sendiri.

"Dia jadi nggak percaya mungkin sama sosok entah laki-laki, entah perempuan, dia juga jadinya dalam berkomunikasi akhirnya berpengaruh juga dalam lingkungan sosialnya karena mungkin biasanya dibohongi sama pasangannya atau dimanipulasi, dimanfaatkan. Mungkin dalam hubungan sehari-hari juga dia bekerja sama orang seperti itu," jelas Psikolog Klinis Dewasa dan Founder Anastasia & Associate, Anastasia Sari Dewi di acara e-Life detikcom.

Trust issue adalah masalah yang cukup pelik. Ketidakpercayaan pada diri sendiri dan orang lain juga bisa berimbas pada bagaimana cara seseorang melihat hubungan yang dijalaninya.

"Seringkali orang jadi antisipasi nih, jadi skeptis. Setelah mengalami kegagalan berkali-kali, kalau dia tidak bedah di mana yang salah, itu kan menjadi belief yang salah seperti 'Ini nggak akan berhasil nih,' secara garis besarnya aja ya, 'Kayaknya nih relationship itu nggak akan happy' lah, 'Pernikahan tuh apa sih? Hanya akan bawa masalah,'" kata psikolog yang akrab disapa Sari ini.

Pada kondisi lebih lanjut, trust issue bisa merembet pada keberhargaan seseorang. Ia bisa merasa begitu tidak berharga dan tak layak dicintai.

"Kalau misalkan sedang menjalani toxic relationship atau habis selesai menjalani toxic relationship, seringkali trust issue terhadap diri sendiri adalah kaitannya dengan harga diri. Kayak, 'Aku ini layak nggak sih untuk dicintai? Aku nih cukup baik nggak sih? Aku memang pantas ya ditinggalkan', nah ini akan jadi repot kalau dia sudah mengamini itu. Suatu saat dia menjalani hubungan lagi, dia akan berusaha sedemikian rupa hanya demi tidak ditinggalkan sehingga mengabaikan yang lain-lain. Nah ini yang terlalu over," terang Sari.

(fuf/fuf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT