Rabu, 26 Jan 2022 22:12 WIB

Satgas COVID-19 Sebut Omicron Tak Pengaruhi Efektivitas Pengobatan COVID-19

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Strips of newspaper with the words Omicron and Covid-19 typed on them. Omicron variant of COVID-19. Black and white. Close up. Foto Ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/Professor25
Jakarta -

Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito menyebut karakteristik dari varian Omicron belum terbukti memberikan dampak yang signifikan pada efektivitas pengobatan COVID-19. Hal ini didapatkan dari hasil penelitian serta rujukan riset sejumlah negara yang dirangkum oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"WHO menyebutkan tidak ada dampak yg signifikan pada efektivitas pengobatan yang sudah dipakai untuk menangani kasus COVID-19 saat ini," kata Wiku dalam siaran pers melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (26/1/2022).

"Obat yang dipakai untuk varian sebelumnya masih efektif digunakan untuk pengobatan," lanjutnya.

Namun, varian Omicron diakui mampu menurunkan efektivitas vaksin COVID-19. Selain itu, varian ini dipercaya memiliki kemampuan lebih menular karena tingkat mutasi yang dimilikinya sangat tinggi.

Dalam pemaparannya, Wiku juga menyebut masa inkubasi dari Omicron cenderung lebih cepat dibandingkan varian lainnya. Hal ini membuat peluang terjadinya reinfeksi masih cukup tinggi.

"Berbagai studi yang dirangkum WHO menyebutkan bahwa vaksin berkurang efektivitasnya. Namun, itu masih mampu untuk mencegah keparahan gejala dan kematian," jelasnya.

Meski begitu, Wiku terus mengingatkan agar masyarakat tetap berhati-hati di masa pandemi ini. Sebab, saat ini bukan hanya Omicron yang harus dilawan, tetapi ada banyak varian Corona yang sudah menyebar di dunia.

"Penting untuk diingat, kita masih menghadapi pandemi COVID-19, di mana Omicron bukan satu-satunya varian yang beredar," kata dia.

"Untuk itu, maka langkah yang dapat dilakukan masyarakat untuk mencegah COVID-19 apapun variannya adalah menghindari tempat dan aktivitas yang berisiko tinggi yang dapat meningkatkan peluang penularan. Seperti di tempat tertutup dengan sirkulasi udara yang buruk, tempat keramaian atau kerumunan, dan interaksi yang terlalu dekat misalnya percakapan jarak dekat," pungkasnya.



Simak Video "Malaysia Konfirmasi Kasus Varian Omicron, Masuk Sebelum Afrika"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)